Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMPAT Pengelolaan Akhir Sampah (TPA) Sarimukti terancam penuh. Guna mendukung upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti, Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggulirkan dua program.
"Yang pertama ialah setiap rumah tangga diwajibkan membuat dua lubang cerdas organik untuk penanganan sampah organik. Satu lagi, setiap rumah tangga wajib bergabung dengan bank sampah untuk penanganan sampah anorganik," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah.
Dia mengakui program ini menyasar rumah tangga, sebagai hulu dari persoalan sampah. Cara ini dinilai paling efektif untuk mengurangi volume sampah.
Baca juga : Bandung Raya kembali Terancam Lautan Sampah
Keputusan itu, lanjutnya, sudah disampaikan Pemkab Bandung kepada camat, kepala desa dan lurah di seluruh Kabupaten Bandung. Mereka diharuskan melakukan sosialisasi dan diseminasi kepada kepala lingkungan di wilayah masing-masing.
Dalam sosialisasi, para camat, kepala desa dan lurah, juga menginventarisasi jumlah RW yang telah melaksanakan pemilahan sampah dan mempunyai bank sampah.
"Ini menjadi langkah-langkah konkret upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya dengan indikator pengurangan sampah di level kelurahan dan desa," ujar Asep.
Baca juga : 2,5 Ton Sampah Dibuang Sembarangan di Tahura Ir Juanda Bandung
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memperingatkan dengan volume pembuangan sampah seperti saat ini, TPA Sarimukti terancam akan penuh pada akhir 2024. Untuk itu, dia meminta pengurangan volume sampah dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, dikurangi.
Menurut dia, saat ini ada 1.750 ton dengan 267 ritase sampah per hari dikirim empat daerah ke TPA Sarimukti. Jika pola seperti ini dibiarkan, TPA Sarimukti akan overload di akhir tahun.
"Sarimukti kapasitasnya hampir penuh, akhir tahun ini akan overload. Ini tidak boleh terjadi karena pasti akan ada ledakan sampah di Bandung Raya," ujarnya.
Karena itu, Pemprov Jabar dengan empat kabupaten dan kota di Bandung Raya telah bersepakat untuk mengurangi sampah ke TPA Sarmukti. "Kota Bandung dari 170 rit dikurangi menjadi 140 rit, Kabupaten Bandung 70 rit ke 40 rit, untuk Kota Cimahi dari 37 rit menjadi 17 rit, dan Kabupaten Bandung Barat dari 20 rit ke 17 rit," tandas Herman. (N-2)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved