Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN lautan sampah akan kembali terjadi di wilayah Bandung Raya pada akhir 2024. Pasalnya, saat ini, volume pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti sudah mencapai 3.000 meter kubik per hari.
"Dengan lahan yang tersisa saat ini dan volume pembuangan sampah harian, TPPAS Sarimukti akan overload pada akhir 2024. Untuk volume pembuangan sampah dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi ke TPPAS Sarimukti harus dikurangi," ungkap Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Jumat (4/10).
Dia menegaskan Bandung Raya sedang menghadapi potensi ledakan sampah di Cekungan Bandung. Bahkan, dalam hitungan enam bulan, masalah ini bisa menjadi bencana jika tidak ada penanganan yang serius.
Baca juga : 2,5 Ton Sampah Dibuang Sembarangan di Tahura Ir Juanda Bandung
Sehari sebelumnya, Herman sudah mengundang pemangku kepentingan di empat daerah itu. Mereka diminta mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPPAS Sarimukti.
Bersama Pemprov Jawa Barat, keempat daerah itu membuat komitmen bersama. Mereka sepakat melakukan aksi nyata pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan sampah.
Mereka berkomitmen mengurangi sampah sejak dari sumbernya, dan mendorong semakin masifnya rumah tangga yang melakukan pemilahan. Mereka juga mendorong jumlah RW yang berkolaborasi dengan bank sampah, serta menerapkan berbagai jenis metode pengurangan sampah organik seperti penggunaan magot dan komposting.
"Para bupati dan wali kota juga berkomitmen untuk menggerakkan para camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan diseminasi dan aksi program zero food waste di tingkat keluarga mulai 7 November 2024. Mereka akan melaporkan hasilnya secara rutin. Begitu pula di perkantoran akan dieksekusi langsung program zero food waste," tutur Herman.
Saat ini, lanjut dia, pemerintah daerah di Bandung Raya siap mengurangi volume pengiriman sampah ke Sarimukti. "Kota Bandung dari 170 rit per hari menjadi 140 rit per hari. Kabupaten Bandung dari 70 rit menjadi 40 rit. Kota Cimahi dari 37 rit menjadi 17 rit dan Kabupaten Bandung Barat dari 20 rit menjadi 17 rit," ungkap Herman. (N-2)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved