Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pertanian baru menerima bantuan 100 dosis vaksin antirabies dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Vaksin tersebut, akan digunakan untuk melindungi hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan monyet ekor panjang yang menjadi ancaman penyakit rabies.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Deni Rakhmat mengatakan, pihaknya baru saja menerima bantuan 100 dosis vaksin antirabies dari Provinsi Jabar dan bantuan tersebut sudah diambil hingga siap untuk didistribusikan. Namun, untuk vaksinasi rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 28 September mendatang.
"Kabupaten Pangandaran telah menerima bantuan 100 dosis vaksinasi antirabies dan rencananya akan digunakan bertempatan peringatan Hari Rabies Sedunia. Akan tetapi, sebelum tanggal tersebut selama ini ada sebagian dosis vaksin didistribusikan ke beberapa lokasi meski jumlahnya kecil," katanya, Senin (23/9/2024).
Baca juga : Ratusan Kucing dan Anjing Antre Vaksin Rabies Gratis
Ia mengatakan, bantuan 100 dosis vaksin yang telah diberikannya akan digunakan di Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Cijulang dengan menggelar vaksinasi yang mana lokasinya berdasarkan rekomendasi dari dokter hewannya. Namun, distribusi vaksin rabies di Jawa Barat sendiri masih terbatas karena harus dibagi ke 27 kota/ kabupaten.
"Untuk Pangandaran sendiri tidak termasuk daerah dengan status darurat rabies, tapi kami mendapat bantuan 100 dosis vaksin. Akan tetapi, bantuan yang diberikannya bersyukur sekali karena jumlah pemilik hewan peliharaan seperti anjing dan kucing di Pangandaran cukup banyak hingga kondisi ini berpotensi menyebarkan rabies jika tidak diantisipasi dengan baik," ujarnya.
Menurutnya, selain kegiatan berburu yang sering dilakukan masyarakat pangandaran membawa anjing menjadi perhatian meski peredaran hewan anjing sekarng ini lebih tertib adanya Sistem Informasi Kesehatan Hewan Indonesia yang mengatur agar pengepul hewan dari Pangandaran harus terdaftar jika ingin mengirimkan anjing ke luar daerah.
Namun, Dinas Pertanian telah mencatat ada 5 pengepul anjing dan untuk sekarang ini tidak lagi menerima pesanan untuk dipotong, tapi hanya dikirim ke Sumatera Barat untuk keperluan berburu.
"Adanya bantuan vaksin diharapkan kasus rabies di Pangandaran dapat di cegah dan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan hewan peliharaan semakin meningkat. Kami dari pemerintah daerah berkomitmen terus memantau dan mengatur peredaran hewan agar penyakit rabies tidak menyebar di wilayahnya," pungkasnya. (H-2)
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar.
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Pada tahap akhir infeksi, penderita rabies bisa mengalami kondisi mengerikan yang disebut hydrophobia, atau ketakutan ekstrem terhadap air.
Kasus gigitan hewan rabies di Pekanbaru capai 509 kejadian sepanjang 2025. Meski menurun dari 2024, Dinkes tetap imbau warga waspada karena rabies mematikan.
Kasus rabies pun terus meningkat di beberapa kota dan negara, sehingga kewaspadaan pemilik hewan sangat dibutuhkan. Dengan pencegahan yang tepat, risiko rabies
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved