Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan berharap BNPB segera mengirimkan bantuan helikopter patroli dan water bombing untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.
"Kita berharap bantuan helikopter patroli dan water bombing segera tiba di Kalsel, sehingga upaya penanganan karhutla dapat lebih optimal," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Minggu (9/9).
Kalsel sendiri mengusulkan bantuan masing-masing dua helikopter patroli dan water bombing. Helikopter ini akan digunakan untuk pemantauan dan pemadaman karhutla di lokasi yang sulit dijangkau.
Baca juga : Kawasan Bandara Diusulkan Jadi Prioritas Penanganan Karhutla
Di samping helikopter Kalsel juga mengusulkan kepada BNPB untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). "Meski karhutla belum parah dan masih bisa ditangani tim satgas darat, namun upaya maksimal melalui satgas udara maupun TMC tetap diperlukan," ujarnya.
Hingga kini karhutla di Kalsel terus terjadi di sejumlah wilayah. Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat pada Sabtu (8/9), karhutla terjadi di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Kota Banjarbaru menjadi daerah paling banyak kejadian karhutla baik akibat faktor cuaca panas maupun kesengajaan masyarakat yang melakukan pembersihan lahan.
Pada bagian lain, masyarakat di beberapa daerah di Kabupaten Banjar mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau. (N-2)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved