Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Riau, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memberikan kabar gembira bagi siswa berprestasi di Riau. Setelah melalui serangkaian proses seleksi, 10 siswa terpilih sebagai penerima beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S-1 di Universitas Pertamina, di Jakarta, Rabu (14/8).
Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan, mengatakan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membentuk generasi muda Riau yang berkualitas untuk menjadi pemimpin di masa depan. "Kami berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan kembali berkontribusi bagi pembangunan Riau setelah lulus nanti," ujar Ruby.
Para pemenang penerima beasiswa Prestasi S-1 PHR itu adalah Aini Opira Mulya dari SMA Negeri 2 Ujung Batu, Astika Nurulia Rahmi dari MAN Insan Cendekia, Atallah Abbyyah Putera dari SMAN Plus Provinsi Riau, Elisabeth Nainggolan dari SMA Negeri 1 Bagansinembah, Florisina Nabila Putri dari SMA Negeri 2 Siak Hulu, Laili Azzahra Rambe dari SMA Negeri 8 Mandau, Zakiyah Fadhilah Putri dari SMA Negeri 8 Mandau, Neila Faaizah Asynur dari SMA Negeri 1 Kampar, Puti Nur Sakinah dari MAN 1 Kota Dumai dan Zurriyanti Hasanah dari SMA Negeri 1 Sungai Apit
Baca juga : Kepala BPPT Sebut Sudah Semakin Banyak Pencairan BPI Pascaterjadi Serangan Siber PDNS
Tahun ini, Beasiswa Prestasi S-1 PHR diikuti oleh lebih dari 800 siswa SMA/SMK/MA sederajat. Mereka melewati berbagai proses seleksi yang ketat. Mulai dari seleksi administrasi, tes potensi akademik, wawancara, hingga kemampuan menyampaikan pendapat dalam forum group discussion (FGD). Kesepuluh pemenang beasiswa terpilih merupakan keputusan bersama antara Dinas Pendidikan Provinsi Riau, PT PHR, Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina.
Dalam pelaksanaan program beasiswa ini, PHR bekerja sama dengan Pertamina Foundation sebagai pelaksana. Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan bahwa seleksi ketat yang dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang terpilih adalah siswa-siswa yang benar-benar berpotensi. "Kami berharap mereka tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial," ungkapnya.
Tahun ini menjadi tahun kedua penyelenggaraan melalui program Beasiswa Prestasi S1 PHR. Pada penyelenggaraan tahun 2023, 10 penerima beasiswa asal Riau menunjukkan prestasi yang membanggakan, dengan IPK rata-rata 3.62/4.00. Mereka juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pengembangan diri serta perlombaan.
Dalam program ini, beasiswa yang diberikan PHR antara lain pembebasan biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dipungut di awal kuliah, pembebasan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau uang kuliah per semester hingga lulus, pembebasan biaya daftar ulang, bantuan biaya hidup hingga asrama serta biaya program pengembangan kapasitas dan Aksi Sobat Bumi. (Ant/N-2)
Amartha Fellowship Bootcamp diikuti oleh 60 penerima beasiswa dan berlangsung selama empat hari.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved