Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Kalimantan Selatan mengakibatkan sebuah kapal pencari ikan (Balapan) tenggelam. Peristiwa nahas itu ini menyebabkan seorang nelayan bernama Idris, warga Desa Simpang Warga Luar RT 02, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, hilang.
"Berdasarkan informasi yang kami terima peristiwa, ada kapal balapan tenggelam di perairan Taboneo. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (11/8) malam pukul 20.00 Wita," ungkap Kepala Badan SAR Nasional Banjarmasin, Putu Sudayana, Selasa (13/8).
Kapal nelayan tersebut diawaki dua orang yaitu Majid dan Idris. Majid berhasil selamat setelah mendapat pertolongan kapal nelayan lainnya. Namun Idris tenggelam dan sampai saat ini belum ditemukan.
Baca juga : Gelombang 6 Meter, Ratusan Nelayan tidak Melaut
Putu mengatakan pihaknya telah menerjunkan satu tim ke lokasi kejadian pada titik terakhir kapal tenggelam.
"Hingga saat ini Tim SAR terus mengupayakan pencarian korban, dengan memaksimalkan alat yang ada. Semoga korban dapat segera ditemukan," tuturnya.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel, tinggi gelombang di perairan Kalsel dan laut Jawa mencapai 2,5 meter. BMKG telah memberikan peringatan waspada pelayaran bagi kapal-kapal nelayan, tongkang dan ferry. (Z-11)
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Festival yang dirangkai dengan berbagai lomba ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tangkapan ikan yang melimpah.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved