Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik UGM, Mada Sukmajati menilai keputusan mundur Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar sangat mengejutkan.
"Itu keputusan mendadak dan keputusan yang sangat mengejutkan banyak orang," kata dia
Ia menyebut, kalau kita bicara ke konflik internal di partai-partai politik di Indonesia, hal itu sebenarnya bukan hal yang baru. "Golkar pascaSoeharto memang diwarnai fiksi internal dan itu kemudian yang membuat pengelolaan Golkar di periode reformasi sekarang ini berbeda dengan Orde Baru," terang dia.
Baca juga : Airlangga Mundur dari Ketum Golkar, PKB: Kami Insya Allah Aman-Aman Saja
Salah satu perbedaan mendasarnya adalah periode reformasi ini Golkar itu sudah memiliki banyak faksi yang kekuatannya berimbang. Jadi ada istilahnya balance of power di antara faksi-faksi dalam Partai Golkar "Inilah kita tidak tahu dengan pasca keputusan Airlangga ini model pengorganisasian Partai Golkar kemudian akan kembali lagi ke periode orde baru yaitu ke sentralistik," ujar Mada.
Ia menyebut, ketika sentralistik, peranan ketua umum itu menjadi sangat kuat sehingga tidak memberi ruang bagi perbedaan kelompok. "Kalau itu yang terjadi Saya kira itu mungkin menjadi titik balik Golkar," kata dia.
Menurut Mada, Golkar yang sekarang itu sebenarnya sudah baik kalau dilihat dari capaian kinerja elektoralnya. "Sudah bisa dibuktikan kan 2004 Golkar itu menjadi partai pemenang di 2009 dia juga menjadi salah satu partai besar bahkan sampai yang 2024 sekarang," terang dia
Mada menilai setelah pengunduran diri Airlangga masih akan menimbulkan dinamika internal Golkar. Menurut dia, di dalam Golkar pasti merespons situasi ini nanti akan ada pemilihan ketua sementara.
Menurut dia, situasi ini bisa mengundang kekuatan-kekuatan di luar Golkar untuk kemudian menjadi bagian dari pertarungan untuk memperebutkan jabatan pengurus sementara itu. "Saya kira ada kekuatan besar atau paling gak dorongan yang besar ya terhadap keputusan mundurnya Airlangga," kata dia. (N-2)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Alih-alih memperkuat efektivitas kerja parlemen, skema tersebut justru bisa memicu konflik internal.
KETUA Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Adies Kadir bukan lagi merupakan anggota maupun pengurus partai.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
Castro mengungkap adanya indikasi desain besar untuk melumpuhkan independensi MK dalam menetapkan Adies Kadir.
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan Adies Kadir yang kini menjadi calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengundurkan diri dari Partai Golkar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved