Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Ratusan warga Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara, menuntut agar penjabat Bupati Dimposma Sihombing mengundurkan diri. Pasalnya, penjabat bupati dianggap berpihak kepada salah satu bakal calon bupati pada Pilkada November 2024.
Tuntutan itu disampaikan dalam aksi warga yang tergabung dalam Aliansi Permata di depan kantor DPRD Taput, Senin (1/7). Massa yang dipimpin Edi Siburian berjalan kaki dari Terminal Madya Tarutung menuju kantor DPRD yang berjarak sekitar 2 kilometer sembari membentangkan beragam spanduk berisi desakan penjabat bupati dicopot.
Setiba di Kantor DPRD, massa juga meminta kepada pimpinan dan anggota DPRD untuk menerima tuntutan mereka dan mengancam akan menduduki kantor DPRD tersebut jika tidak menemui massa.
Ketua DPRD Taput Arifin Rudi Nababan didampingi Wakil Ketua Reguel Simanjuntak dan Fatimah Hutabarat dan beberapa anggota DPRD lain kemudian menerima massa aksi.
Massa kemudian menyampaikan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan penjabat bupati jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) pada November. Massa menuding Dimposma Sihombing dengan sengaja menyalahgunakan wewenang, keberpihakan kepada salah satu bakal calon Bupati, serta dugaan intervensi terhadap pengisian sekretariat panitia pemilihan tingkat kecamatan dan desa di Taput.
Menjawab tuntutan aksi tersebut, Arifin Rudi Nababan berjanji akan membahas tuntutan massa secara kolektif kolegial. "Kami menerima aspirasi saudara-saudara sekalian. Tetapi kami akan terlebih dahulu membahas dengan pimpinan dewan, saya tidak bisa memutuskan sendiri," ujar Arifin.
Baca juga : Pemkab Taput Izinkan Tatap Muka Jika Siswa-Guru Divaksin Covid
Massa pun mendesak agar pimpinan DPRD menerima tuntutan tertulis mereka disertai penandatanganan serah terima. Tuntutan tertulis itu berisikan:
Setelah itu, massa bergerak menuju Kantor Bupati Taput. Sesampai di kantor bupati, massa diterima oleh Sekretaris Daerah Indra Simaremare, Asisten 1 Pemkab Taput Bahal Simajuntak, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rudi Sitorus.
Indra Simaremare menerima tuntutan massa tersebut, dan meminta waktu hingga tujuh hari. "Kami akan sampaikan kepada pimpinan, tuntutan saudara-saudara. Kami meminta waktu hingga tujuh hari ke depan karena pimpinan sedang tugas luar," ujarnya. (JH/X-7)
Pembangunan huntap menjadi urgensi utama mengingat kebutuhan mendesak warga akan tempat tinggal yang permanen.
Kasus korupsi ini bermula dari pengalokasian anggaran sebesar Rp13,6 miliar untuk pembenahan lampu jalan dan taman.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
HARAPAN puluhan warga terdampak bencana di Dusun I Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, untuk menempati hunian sementara masih harus tertunda.
Lebih dari satu bulan setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara, transparansi penyaluran bantuan kemanusiaan masih menjadi tanda tanya.
Presiden Prabowo juga mengajak para pengungsi beserta para pejabat yang hadir untuk berdoa bersama-sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved