Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KERAP muncul dan meresahkan warga sekitar, buaya besar berukuran empat meter di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil dievakuasi oleh personel pemadam kebakaran setempat, pada Minggu (19/5) siang.
Personel pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, bersama warga berhasil menangkap dan mengevakuasi seekor buaya besar di Sungai Ussu, Kecamatan Malili, yang kerap kali meresahkan warga.
Penangkapan buaya yang kerap kali muncul di sekitar permukiman penduduk itu berlangsung dramatis. Personel Damkar Luwu Timur harus ekstra hati-hati karena buaya tersebut mengamuk dan bahkan sesekali terlihat menyerang.
Baca juga : Petugas Pemadam Kebakaran Evakuasi Anak Buaya di Tulungagung
Untuk menangkap buaya ukuran kurang lebih empat meter itu membutuhkan waktu beberapa jam, dari pagi hingga siang hari. Akibatnya, peristiwa itu menjadi tontonan warga sekitar.
Setelah berhasil ditangkap, hewan predator tersebut dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan jauh dari permukiman agar tidak meresahkan warga.
Menurut Kabid Pemadam dan Penyelamatan Damkar Luwu Timur, Hendro Prabowo, bahwa buaya ini kerap muncul di sekitar permukiman penduduk dan sangat meresahkan warga sekitar. Karena itu, pihaknya menangkap dan mengevakuasi buaya tersebut ke tempat yang lebih aman.
Usai menangkap dan mengevakuasi buaya ukuran besar itu, pihak Damkar Luwu Timur juga mengimbau warga agar tetap berhati-hati. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan jika masih ada buaya di sekitar sungai Ussu tersebut. (Z-2)
Sebagai penanda dimulainya pembangunan, pada Minggu (4/1) telah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan sumur wakaf di wilayah terdampak.
Sejak hari pertama, tim gabungan dari dinas teknis, BPBD, kecamatan, dan PT Vale telah melakukan asesmen mendalam di lapangan.
Setiap insiden lingkungan bukan hanya sebagai peristiwa teknis, melainkan juga sebagai pengingat betapa rapuh sekaligus berharganya ekosistem yang menopang kehidupan kita.
Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menyimpan catatan panjang sejarah kegempaan yang erat kaitannya dengan pergerakan Patahan Matano.
WARGA Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, hidup dalam ketakutan setiap musim kemarau tiba.
Tanaman air invasif Lukut, meskipun bukan asli dari danau-danau ultra-oligotrofik di Sulawesi, telah menyebar dengan cepat dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved