Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR Demak, Jawa Tengah (Jateng), mulai surut. Ribuan jiwa mulai pulang dari pengungsian meskipun hingga saat ini masih sekitar 12 ribu jiwa warga bertahan mengungsi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera merehabilitasi wilayah dan warga korban banjir.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (25/3), secara berangsur banjir surut di Kabupaten Demak, terutama Karanganyar. Ini terjadi setelah 22 mesin pompa dikerahkan untuk mengurangi genangan yang dua pekan merendam kawasan itu hingga ketinggian air tersisa 20-50 sentimeter dan membuat warga sedikit lega.
Sejak pagi ribuan warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Sebagian besar langsung bergerak melakukan pembersihan lumpur dan sampah dibantu aparat TNI dan Polri serta relawan. "Kita pulang karena banjir surut, langsung membersihkan lumpur dan sampah dan menjemur peralatan rumah tangga yang terendam saat banjir lalu," kata Daryanto, 40, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
Baca juga : Pj Gubernur Jateng Pastikan Tanggul Jebol Sungai Wulan Berhasil Ditutup
Sebagian lain hanya melihat kondisi rumah karena masih terendam dengan ketinggian hingga 50 sentimeter. Kondisi ini tampak di Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Demak. Ratusan keluarga di desa itu tidak mengungsi meskipun lingkungan terendam banjir. "Kami hanya bisa bertahan dan mengandalkan bantuan serta logistik
yang ada untuk memenuhi kebutuhan," ujar Khoris, 38, warga Loireng, Demak.
Meskipun banjir sudah surut, jalur Pantura Demak-Kudus hingga kini masih ditutup dan belum dapat dilalui. Selain kondisi jalan rusak berat karena banyak aspal terkelupas, lumpur, dan sampah hingga membahayakan kendaraan melintas.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta (DIY) Ditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera mulai menyiapkan langkah perbaikan jalan nasional terdampak banjir di Demak dari mulai ruas Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Demak, hingga batas Kabupaten Kudus kilometer 45+010. "Tim kami mulai lakukan pembersihan jalan dari sampah, lumpur, serta puing aspal terkelupas di ruas Simpang TigaTrengguli -Bts Kota Demak/Kudus. Setelah ini langsung kita lakukan perbaikan," kata Kepala BBPJN Jawa Tengah-DIY Rien Marlia.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengungkapkan hal serupa. Setelah penyedotan banjir dengan mengerahkan 22 mesin pompa selesai, pemprov segera menentukan langkah-langkah rahabilitasi pascabencana banjir di Demak tersebut. "Pekan ini setelah kering langsung kita rehabilitasi," ujar Pejabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana di Demak. (Z-2)
Jebolnya tanggul Sungai Cabean B1 di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan rumah warga terdampak banjir.
13 keluarga yang berada di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Sayung, Demak saat ini harus hidup di atas rumah panggung karena rob sudah menjadi langganan.
Banjir akibat curah hujan tinggi merendam tujuh dari delapan dusun dengan ketinggian air 10–75 sentimeter sejak Rabu (22/10).
Operasi ini merupakan kerja sama antara Kementerian PUPR, BRIN, BMKG, BNPB, dan BPBD Jateng, dan telah berjalan sejak 25 Oktober 2025, direncanakan berlanjut hingga akhir bulan
SETELAH bertahan selama dua hari, akhirnya para pengemudi truk yang terjebak banjir di ruas Jalan Pantura Semarang-Demak dapat bantuan makanan siap saji, Jumat (24/10).
PERTAMINA Patra Niaga Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji tetap aman di tengah bencana banjir yang melanda wilayah Semarang, Demak, dan Grobogan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai termasuk janji mengatasi banjir dan macet.
Tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan untuk mempercepat surutnya air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved