Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMBURAN abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi, di Sumatra Barat (Sumbar) masih menghantui masyarakat di Kota Padang Panjang. Untuk menghindari dampak kesehatan seperti serangan ISPA akibat abu vulkanik, masyarakat diminta untuk rutin menggunakan masker.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dibantu Dinas Perhubungan (Dishub) juga telah melakukan pembagian masker serentak pada masyarakat di Padang Panjang. Pembagian masker dilaksanakan di lima lokasi. Di antaranya di depan Kantor BRI, Simpang M. Sjafei, Simpang Pasar Pusat, Simpang AB Mart, dan Simpang Bioskop Karya.
Kepala BPBD Kesbangpol, I Putu Venda, SSTP, menyebutkan, masker ini dibagikan kepada para pengguna jalan.
Baca juga : Intensitas Erupsi Gunung Marapi di Sumbar Kembali Meningkat
"Sebanyak 7.000 masker dibagikan pada hari ini. Semoga dapat menghindarkan kita dari ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) akibat abu vulkanik tersebut," harapnya, Selasa (5/3).
Venda menjelaskan, 7.000 masker tersebut terdiri dari 2.500 maker jenis N95 dari BPBD Kesbangpol dan ditambah 4.500 masker medis dari PMI Padang Panjang yang terdiri dari 500 masker bantuan dari PMI Provinsi Sumatera Barat ditambah dengan 4.000 dari Dinas Kesehatan Kota.
“Menyikapi situasi cuaca saat ini, kalau bisa kurangi aktivitas keluar rumah. Ketika berkendara jangan lupa dipakai kaca helm dan masker agar bisa melindungi mata dan hidung dari abu. Kita berharap situasi kabut abu seperti ini cepat berlalu,” ujarnya.
Baca juga : Gunung Marapi Erupsi Lagi, Tinggi Abu Vulkanik hingga 700 Meter
Venda juga mengajak masyarakat untuk kembali membiasakan memakai masker guna mencegah efek dari abu vulkanik tersebut.
“Bagi masyarakat yang belum mendapatkan masker dan menginginkannya, silakan langsung saja ke Kantor BPBD Kesbangpol. Kami siap memberikan untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua PMI Kota Padang Panjang, Herki Toni, SKM, MARS menyebutkan, pembagian masker tersebut dilakukan merespons erupsi Gunung Marapi yang masih terus berlanjut hingga saat ini.
“Kita mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Selalulah memakai masker dan pelindung mata saat keluar rumah,” imbaunya.
(Z-9)
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Masyarakat Aceh, terutama yang berada di dua gampong yaitu Rembune dan Pantan Pediangan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, harus mengungsi.
Gunung berapi Kilauea di Hawaii kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Aliran lava terlihat mengalir sejak akhir pekan.
Gunung Sakurajima dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Jepang.
“Pada tanggal 19 September 2025 terjadi peningkatan jumlah gempa low frequency yang diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 500-1.000 meter"
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
Gunung Marapi di Sumatra Barat erupsi, Sabtu (20/9). Gunung itu mengeluarkan kolom abu setinggi 1.000 meter dan berstatus waspada.
Warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar, terutama pada musim hujan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
ERUPSI Gunung Marapi kembali menggetarkan kawasan di sekitarnya. Rabu pagi (23/7), sekitar pukul 07.23 WIB.
Selain potensi letusan susulan, PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai-sungai berhulu dari puncak Marapi agar waspada terhadap ancaman banjir lahar.
GUNUNG Api Marapi kembali mengalami erupsi malam tadi, Rabu (18/6) pukul 20:09 WIB, masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan dalam radius 3 km
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved