Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN pengawas TPS Pemilu 2024 di Kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah keracunan massal setelah memakan nasi dus dalam kegiatan Bimtek Panwas.
Korban mengalami diare dan demam,serta kondisi lemas.sebagian korban memilih perawatan di rumah,dan menunggu kondisi kesehatan pulih.
Keracunan massal yang dialami oleh puluhan pengawas TPS itu terjadi pada Sabtu (10/2) lalu. Begini kronologinya.
Baca juga : Sri Sultan HB X Nyoblos di TPS 12 Panembahan Dekat Keraton Yogyakarta
Setelah mengomsunsi nasi kotak yang diberikan dalam kegiatan Bimtek, puluhan pengawas TPS limbung dan tumbang.
Para korban mengeluhkan demam,diare dan pusing pada esok harinya.
Hal itu menyebabkan puluhan pengawas tidak bisa bekerja melakukan tugas pengawasan karena kondisi sakit.
Baca juga : Lagi Viral, Kepala Desa Temanggung Kampanyekan Prabowo-Gibran
Sebagian pengawas TPS memilih menjalani perawatan dirumah sembari menunggu kesehatan pulih.dan ada pengawas TPS yang menjalani perawatan di layanan kesehatan.
Sri Rahayu, Pengawas TPS 23 Desa Dimoro adalah salah satu korban keracunan massal tersebut.
Ia mengatakan kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh seluruh pengawas TPS di 5 desa di Kecamatan Toroh. Kelima desa tersebut terdiri dari Dimoro, Pilangpayung, Geneng Adal, Sugihan dan Katong.
Baca juga : DPR Minta Usut Tuntas Kasus 40 Anggota KPPS yang Keracunan di Cilacap
Mereka diberikan makanan nasi dus yang berisi nasi putih dengan lauk telur dan lalapan daun pepaya. Korban membawa pulang nasi kemudian memakan bersama cucunya.
Seusai memakan nasi dus dari kegiatan bimtek panwas TPS, esok harinya korban bersama cucunya mengalami diare, demam, dan pusing.
Beruntung, ia segera mendapat penanganan dari anaknya yang seorang tenaga kesehatan. "Jadi hanya perawatan dirumah," kata Sri.
Baca juga : 21 TPS Pemilu Sangat Rawan Ada di Jakarta, Cek Lokasinya
Saat ini, korban masih dalam kondisi lemas dan tidak bisa beraktivitas melakukan tugas pengawasan.
Dari data Bawaslu Grobogan, terdapat 56 pengawas TPS di kecamatan Toroh yang merasakan sakit,demam dan pusing serta diare setelah mengkondumsi nasi dus yang disajikan saat Bimtek yang diadakan oleh Panwas Kecamatan Toroh.
Saat ini para korban belum bisa melakukan aktivitas pengawasan karena kondisi yang dialami para pengawas TPS. Terdapat 40 pengawas TPS yang kondisinya masih sakit.
Baca juga : Pemilu 2024, Ratusan TPS di Pekalongan dan Demak Berada di Wilayah Banjir
Pihak Bawaslu yang menerima laporan panwascam kemudian melakukan pendataan terhadap kondisi pengawas TPS karena saat ini mereka sangat dibutuhkan untuk pengawasan pemilu besok.
Fitria Nita witanti, Ketua Bawaslu Grobogan berharap, para korban segera sehat,dan atas peristiwa ini sudah melaporkan ke pihak Bawaslu provinsi untuk selanjutnya menunggu kebijakan lebih lanjut mengenai pengawasan TPS untuk hari pemungutan suara Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari 2024 besok. (MGN/Z-4)
Baca juga : Hari Terakhir Ngantor, Ganjar Pranowo Angkut Barang dari Kantor Gubernur Jawa Tengah
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
Tugas pengawas pemilu (panwaslu) kecamatan dan panwaslu kelurahan/desa (PKD) adalah memastikan setiap pelanggaran yang terjadi dapat ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Seluruh Panwaslu Kecamatan langsung bergerak cepat untuk bekerja dalam rangka wawancara pada calon Pengawas Desa/Kelurahan.
30 orang tersebut tidak hanya pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), tetapi termasuk panitia pengawas pemilu kelurahan/desa (PKD) dan panwaslu kecamatan.
SAMPAI Jumat (23/2), sebanyak 514 petugas pengawas pemilu di Jawa Barat mengalami gangguan kesehatan saat bertugas. Dari jumlah itu, 16 di antaranya meninggal dunia.
Kegaduhan terjadi saat proses pencoblosan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 54, Desa Bojong Kulur, Bogor, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved