Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH pengungsi erupsi Gunung Lewotobi yang meninggal bertambah menjadi 3 orang. Hingga kini aktivitas erupsi Gunung Lewotobi masih fluktuatif dengan status berada pada level 4 atau awas.
Seorang pengungsi bernama Yuliana Yuli Soge, umur 91 tahun, meninggal dunia di lokasi pengungsian Gedung BPP, Desa Konga, Kecamatan Titehena. Warga meninggal karena sakit saat mengungsi dari erupsi.
Sementara 2 warga lainnya yang meninggal, bernama Petrus Kula Puka, umur 64 tahun, meninggal pada Sabtu Kemarin, dan Maria Pene Hayon, umur 70 tahun, meninggal pada Kamis, 26 Januari lalu.
Baca juga : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur hingga 1,5 Km
Ketiga pengungsi yang meninggal ini berasal dari Desa Nobo, Kecamatan Ilebura, dan telah mengungsi lebih dari 3 minggu, akibat erupsi gunung yang masih terus terjadi.
Baca juga : Erupsi Gunung Lewotobi Masih Fluktuatif, 2 Pengungsi Meninggal
Saat ini, lebih dari 6 ribu warga masih bertahan di sejumlah posko pengungsian, termasuk bayi dan balita sebanyak 468 jiwa, dan anak usia sekolah sebanyak 1076 jiwa.
Sedangkan warga yang mulai terserang penyakit, berupa Ispa, sebanyak 2306 kasus, hipertensi sebanyak 226 kasus, penyakit influenza sebanyak 138 kasus, dan diare sebanyak 59 kasus.
Sementara itu, Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus terjadi secara fluktuatif, walaupun cenderung menurun. Pantauan hingga siang tadi, telah terjadi 3 kali letusan disertai 32 kali guguran material erupsi, dan 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1000 meter mengarah ke utara.
Teramati pula melalui visual CCTV di Pos Pemantau Gunung, aliran lava ke arah timur laut sejauh 4 kilometer dari pusat erupsi.
Status gunung saat ini berada pada level 4 atau awas, dan warga pun dihimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung dan sektoral 6 kilometer ke arah timur laut. (Z-8)
BANJIR lahar dingin kembali menerjang lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (3/12). Banjir lahar terjadi akibat hujan deras.
GUNUNG berapi Lewotobi Laki-laki yang berada di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (1/8) pukul 20.48 Wita.
Meski hujan tak berlangsung lama, banjir lahar dingin sempat mengagetkan warga.
Bantuan berupa telur ayam, pampers, selimut, handuk, air mineral dan peralatan mandi diberikan kepada 114 balita di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Senin (14/7).
Setelah erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, warga di lima desa di wilayah kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menggalami gangguan infeksi pernafasan atas (ISPA) dan diare
DUA pengendara sepeda motor yang sedang melintas di jalan Trans Larantuka - Maumere mengalami luka ringan usai kendaraan mereka tergelincir di atas permukaan jalan.
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved