Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAGI baru saja beranjak, saat mobil menuju sebuah perkebunan sayur di Kapung Mbrata, Desa Macan Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melintas. Jalan berkelok ini merupakan satu-satunya akses menuju Adesco Farms, yang terletak di lereng bukit, 19 kilo meter selatan Labuan Bajo, Ibukota Manggarai Barat.
Perkebunan ini terkenal dengan beragam sayuran yang tidak banyak dijumpai di pasar tradisional. Ratim Suprianto, petani, merintis perkebunan yang memiliki luas 60 hekatare pada akhir 2020.
Ratim bersama belasan pekerja lainnya membagi lahan tersebut dalam beberapa blok. Blok pertama ditanami semangka amara, semangka mardy, dan semangka inden. Blok berikutnya ditanami melon merlin, dan seterusnya sampai blok ke-10 yang ditanami jagung ungu, pepaya lovena, cabe rawit, kacang panjang, gambas, mentimun, tomat, ceri, terung ungu, dan pare.
Baca juga: Ziarah Rohani di Ujung Flotim, Asa Menemukan Ketenangan Batin
Setiap hari banyak kendaraan pengangkut sayuran untuk pasar, hotel, dan restoran di Labuan Bajo. Apalagi sejak Labuan Bajo dinyatakan sebagai destinasi wisata prioritas pada 2019 permintaan sayuran dan buah-buahan terus meningkat.
Ratim melihat hal itu sebagai kesempatan untuk membuka kebun sayur untuk memenuhi pasokan tersebut. Mengingat pasokan sayuran untuk 115 hotel dan 100 restoran di Labuan Bajo masih bergantung dari kabupaten tetangga, Bali, dan Sulawesi Selatan. Kini pasokan sayuran dan buah-buahan itu sudah bisa dipenuhi Adesco Farms.
Baca juga: Program BPBL Kembali Lampaui Target
Awalnya Ratim mengolah setengah dari lahan yang ada untuk menghemat biaya operasional, terutama bahan bakar. "Saya mengunakan bantuan genzet berbahan bakar solar dex untuk mengalirkan air dari sumur di dataran rendah ke kebun, rata-rata 20 liter per bulan atau setara Rp320 ribu," ujar Ratim.
Jika bahan bakar tiba-tiba habis saat proses penyedotan air sedang berlangsung, pekerja beralih mengunakan bantuan mobil tangki. "Bisa ambil air dari sungai mengunakan mobil, atau membeli air tangki," sebutnya.
Ketika itu, hasil panen pohon melon baru mencapai 300 buah per bulan dengan masa panen 68 hari. Namun hasil itu di luar panen sayuran yang rutin dilakukannya.
Satu tahun merintis perkebunan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkenalkan elektrifikasi pertanian (electrifying agriculture/EA). Program ini mendorong petani memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani melalui energi listrik.
Kehadiran teknologi itu mendapatkan antusiasme dari petani. Pasalnya teknologi ini mampu membuat menghemat biaya operasional perkebunan hingga 60%. Dengan hematnya biaya itu, petani bisa beralih dari alat-lat dan mesin pertanian (alsintas) berbahan bakar fosil yang berbiaya mahal dan merusak lingkungan ke alsintan berbasis listrik.
Peralihan ke listrik PLN tidak hanya mencerminkan komitmen Adesco Farm terhadap keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, tetapi meminimalkan emisi karbon untuk lingkungan. "Setelah fasilitas terpasang, kami melakukan penyedotan air penyedotan air dari sumur bor ke kamp sampai ke groundtank (tangki penampung)," tuturnya.
Setelah beralih ke elektrifikasi pertanian, metode penyiraman tanaman yang sebelumnya manual, beralih ke sistem irigasi tetes dengan selang drip sehingga membantu penyiraman lebih efektif dan efisien. Satu bulan beroperasi, anggaran yang dikeluarkan ternyata lebih murah sebesar Rp200 ribu. "Jadi kami hemat sebesar Rp150 ribu jika dibandingkan saat
mengunakan sistem genzet," sebutnya.
Produksi melon pun meningkat sampai 100%, yaitu dari omzet 300 buah sebulan, sekarang naik menjadi 600 buah sebulan, seluruhnya dipasok ke Labuan Bajo termasuk ke pasar tradisional.
Sementara itu, di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Utara, Kelompok Tani Buah Naga Desa Nunmafo, Kecamatan Insana, dua tahun terakhir memanfaatkan energi lisrik untuk menginduksi pembungaan buah naga di luar musim.
Hasilnya, panen buah naga yang tadinya dua kali setahun, kini menjadi empat kali setahun. Bahkan hasil panennya dipasarkan ke negara tetangga, Timor Leste. "Tadinya kami tidak tahu, ternyata dengan elektrifikasi pertanian ini membuat produksi buah naga meningkat," kata Kepala Desa Nunmafo, Antonius Manbait.
Antonius bercerita, saat buah naga berbunga atau panen, banyak warga yang datang ke kebun untuk berwisata dan swafoto. "Bagi saya, program ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lokasi wisata baru," kata Dia.
Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah yang massif memanfaatkan listrik pada sektor pertanian. General manager PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT I Gede Agung Sindu Putra menyebutkan total total konsumsi listrik lewat program ini mencapai 7,7 gigawatt pada semester I 2023. Angka itu meningkat 46,28% bila dibandingkan semester I tahun 2022 sebesar 5,27 gigawatt.
Pemanfaatkan electrifying agriculture yang massif di NTT sudah terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani, bisa jadi daerah ini memiliki sistem ketahanan pangan mandiri di masa mendatang. (Z-3)
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Sayur merupakan sumber penting serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Buah umumnya memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan vitamin, mineral, serat, dan air yang penting bagi kesehatan tubuh.
Buah memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan air, vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lain yang penting bagi kesehatan tubuh.
Penyakit hati merupakan masalah yang terus berkembang, dan kondisi ini dapat disembuhkan dengan pendekatan yang tepat.
Memperingati World Health Day 2025 Harris Puri Mansion mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan buah-buahan segar kepada ibu hamil di Posyandu Dahlia 1.
PROGRAM Agroforestri di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) pada lahan seluas 1.000 ha diimplementasikan sebagai strategi optimalisasi lahan tidur dan pencegahan kerusakan lingkungan.
Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya stroberi dan jeruk ternyata dapat mencegah dan mengatasi kurang darah atau anemia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved