Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM investigasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah berada di Morowali, Sulawesi Tengah, untuk mengusut peristiwa kebakaran tungku pengolahan nikel di kawasan industri nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS). Musibah itu menimbulkan 59 korban.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng Arnold Firdaus mengatakan tim Kemenaker sudah bergabung bersama tim Disnakertrans di Morowali. "Kemarin tim kami sudah berangkat ke sana (Morowali). Hari ini (kemarin) juga tim Kemenaker akan bergabung," terangnya kepada Media Indonesia di Palu, Senin (25/12).
Menurut Arnold, dalam kunjungan ke Morowali Kemenaker dan Disnakertrans akan melakukan investigasi untuk mengetahui persis penyebab kecelakaan kerja di PT ITSS. "Tentu kasus ini akan diusut dan kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian," katanya.
Baca juga: Kemnaker Turunkan Pengawas Tindaklanjuti Kecelakaan Kerja di Morowali
Banyak pihak menduga terjadi human error di lokasi kejadian. Namun, Arnold menegaskan semua kemungkinan bisa saja menjadi penyebab, tetapi harus diputuskan melalui proses penyelidikan terlebih dahulu. "Dugaan human error, mungkin ya, tetapi kita perlu investigasi untuk mengetahui secara pasti," ungkapnya.
Arnold menjelaskan dalam peristiwa kecelakaan kerja ada tiga faktor yang bisa menjadi penyebab. Tiga faktor tersebut yaitu lingkungan tidak mendukung, human error pekerja, dan peralatan bermasalah. "Nah ketiga faktor itu menjadi fokus investigasi tim di lokasi kejadian," paparnya.
Sejauh ini, penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di kawasan industri PT ITSS dan secara umum di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sudah cukup baik. Namun yang menjadi problem di Indonesia, kata Arnold, khususnya pada smelter nikel yang menggunakan alat berat dan raksasa apalagi perusahaan metal, ialah kecelakaan kerja.
Baca juga: Pemerintah Didorong Usut Tuntas Peristiwa di PT ITSS
"Memang faktor kecelakaan kerja sangat rawan dan sulit dihindari. Namun, kami selalu menekankan jangan sampai ada korban jiwa kepada PT IMIP dan seluruh tenant dalam kawasan industri itu," sebutnya.
Sejauh ini, lanjut Arnold, pihaknya secara periodik memantau aktivitas di kawasan industri PT IMIP. Bahkan, koordinasi yang dibangun bersama mitra di PT IMIP terus berjalan. "Koordinasi itu dilakukan agar penanganan K3 lebih baik dari waktu ke waktu, sehingga bisa terhindar dari kecelakaan kerja yang mematikan, cuma memang tidak setiap hari kami pantau," ujarnya.
Pascainsiden ini, kegiatan pengolahan nikel di lokasi kejadian PT ITSS dihentikan sementara. Pun demikian, secara umum aktivitas pekerja, khususnya di bidang pengoperasian smelter, tetap berjalan. "Kalau smelter tidak bisa dihentikan karena itu akan menimbulkan kesulitan untuk mengulangi lagi operasi lain. Smelter harus terus berjalan," kata Arnold.
Ke depan, Arnold berharap penanganan kecelakaan kerja di kawasan industri nikel harus melibatkan lintas sektor. Kementerian Perindustrian, Kementerian BKPM, Menkomarvest, Kemenaker, dan KLHK harus terlibat.
"Lintas sektor harus turun karena ini berkaitan semua. Saya lihat faktor lingkungan berpengaruh juga di sana, khususnya seputar lokasi PT IMIP yang sering macet, ketika orang mau pergi dan pulang kerja. Itu sangat macet bisa sampai dua jam. Nah faktor kelelahan itu saya khawatir bisa menimbulkan kelelahan pekerja sehingga menyebabkan insiden dan human error," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di pabrik pengolahan nikel milik PT ITSS di kawasan industri nikel Kabupaten Morowali, Minggu (24/12). Sebanyak 59 pekerja menjadi korban dalam peristiwa itu. Dari jumlah tersebut, 13 pekerja meninggal dunia dan 46 lain terluka. Umumnya luka disebabkan karena terkena uap panas. (Z-2)
Ke depan, penggunaan kendaraan listrik di kawasan IMIP ditargetkan akan terus meningkat
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, meminta negara memperkuat pengawasan terhadap kawasan tambang strategis di Morowali.
Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park atau Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah, beroperasi tanpa petugas imigrasi dan bea cukai karena bukan bandara internasional
Pertumbuhan investasi baik asing maupun domestik tidak diimbangi oleh mekanisme kontrol negara yang tegas dan terpadu merupakan ancaman yang berbahaya bagi bangsa.
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah yang berada di kawasan industri tersebut berstatus resmi dan beroperasi sesuai regulasi
Kabar Presiden ke-7 RI Jokowi diisukan pernah meresmikan Bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) atau Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah, ditepis oleh PSI
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
ATLET asal Sulawesi Tengah, Brigpol Akyko Micheel Kapito, dipastikan memperkuat tim nasional Teqball Indonesia pada Sea Games Thailand 2025.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved