Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo, Rachmat Gobel, mencopoti sendiri poster dirinya yang terpasang di pohon. “Saya tidak tahu ini siapa yang bikin dan siapa yang memasang. Mungkin relawan yang berinisiatif membuat poster dan memasangnya,” katanya, Selasa (12/12).
Hari Selasa, Gobel melakukan kampanye terbatas di Mananggu, Kabupaten Boalemo, dan di Paguat, Kabupaten Pohuwato. Berangkat dari rumah di Kabupaten Bone Bolango pagi hari, ia kembali dari lokasi kedua kampanye sekitar pukul 16.00. Saat melintas di Tilamuta, Boalemo, ia mendapati ada poster dirinya yang dipaku di pohon. Ia pun menghentikan mobilnya. Di lokasi itu ia menemukan dua poster. Sekitar dua kilometer berikutnya, ia menemukan lagi ada dua poster yang dipaku di pohon. Ia mencopot sendiri poster-poster tersebut.
“Ini tidak bagus. Jadi harus dicopot. Saya mengimbau kepada relawan agar tidak memasang poster dengan memaku di pohon atau memasang di tempat-tempat yang dilarang KPU. Ikuti aturan dan etika,” katanya.
Baca juga: Gobel: Sukses Bernegara Dimulai dari Rumah
Gobel mengatakan, pohon di pinggir jalan merupakan fasilitas publik yang ditanam pemerintah. Selain itu, katanya, memaku pohon berarti menyakiti pohon. “Pohon memiliki hak untuk hidup sehat. Pohon juga harus dirawat dan dicintai karena pohon memberikan oksigen untuk kita, menyerap karbon, dan menyejukkan mata. Ini bagian dari mencintai lingkungan kita,” katanya.
Di sepanjang jalan tersebut, Gobel menemukan sejumlah poster yang dipaku di pohon. Namun ia tak memiliki kewenangan untuk mencopot poster yang bukan dirinya. Ia hanya mencopot poster yang bergambar dirinya saja. Menurutnya, tindakannya bukan bermaksud untuk ditiru yang lain atau agar Bawaslu dan KPU melakukan langkah tertentu. Ia hanya mencoba untuk mematuhi aturan dan etika saja. “Ini juga sekaligus instrospeksi diri dan relawan yang bersemangat,” katanya.
Baca juga: Rachmat Gobel Sebut Gorontalo Utara akan Jadi Motor Ekonomi
Gobel mengatakan, pemilu dan kampanye pemilu adalah sebuah kontestasi gagasan dan karakter para kandidat dalam berbangsa dan bernegara. “Ini bukan sekadar politik, tapi juga budaya dan etika. Dalam pemilu kita bisa mengukur ada di level mana suatu bangsa. Karena itu, kemenangan bukanlah satu-satunya yang hendak dicapai. Karena pemilu dan kampanye pemilu hanyalah satu etape perjuangan bangsa dan negara untuk mencapai cita-citanya. Jadi ada banyak hal yang bergumul dalam proses ini,” katanya.
Dalam kampanyenya, Gobel selalu melakukan edukasi kepada publik tentang etika politik. Seperti soal money politics. Menurutnya, money politics sangat merendahkan harkat dan martabat manusia. Karena manusia lahir mulia. Bagi muslim, saat lahir dan meninggal, akan diazankan di telinga kanan dan diqomatkan di telinga kiri. “Jadi Tuhan sudah memuliakan kita, lalu mengapa kita merendahkannya dengan duit yang nilainya tak cukup untuk membeli seliter beras jika uang tersebut dibagi per hari untuk lima tahun. Rakyat bukan komoditas politik yang hak politiknya diperjualbelikan tiap lima tahun,” katanya. (RO/Z-3)
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Drama Korea terbaru “A Hundred Memories” kembali mencuri perhatian dengan merilis poster spesial yang menandai dimulainya paruh kedua perjalanan cerita.
Visual poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini menampilkan seorang yang tengah diikat di sebuah tiang kayu, dengan kobaran api yang mengelilinginya.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Film Keluarga Super Irit menceritakan perjuangan keluarga Sukaharta dalam menjalani hidup hemat usai sang kepala keluarga kehilangan pekerjaan.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa film Mungkin Kita Perlu Waktu menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
inDrive berupaya menjawab tantangan lonjakan permintaan penumpang di Bandung yang belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan armada,
Kampanye #PlayMyWay dilakukan sepanjang 2025 dengan berbagai aktivitas yang merangkul berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman autentik.
Revisi UU Pemilu, pergeseran fokus dari sanksi pidana ke sanksi administratif yang dinilai lebih memberikan efek jera kepada peserta pemilu.
Kampanye di era digital menuntut kreativitas, komunikasi yang lebih terbuka, serta kemampuan membaca karakter pemilih.
BLP Beauty, merek kecantikan lokal yang didirikan oleh Lizzie Parra, bekerja sama dengan Du Anyam, sebuah kewirausahaan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan
WARGA Jakarta dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa pada Jumat, (18/7). Tiga unit mobil sport supercar dengan desain visual mencolok, bersama tiga truk LED bergaya futuristik,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved