Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PSI, Kaesang Pangarep melakukan konsolidasi bersama caleg PSI se-Papua. Dia menegaskan, jika pembangunan di Indonesia harus merata sehingga tidak Jawa Sentris.
Baca juga: Jokowi Resmikan Bandara di Fakfak dan Nabire
"Saya ingatkan juga ke teman-teman semua kalau kita itu bukan Jawa Sentris tapi kita itu Indonesia Sentris. Pembangunan itu harus merata di seluruh Indonesia," ujar Kaesang lewat keetrangan yang diterima, Senin (27/11).
"Termasuk di Papua sendiri, yang dimana Trans-Papua juga kan belum semuanya jadi," tambahnya.
Baca juga: Minta Orang Papua Tahu Diri, Menteri Bahlil Dikecam : Dia Memalukan
Kaesang menerangkan, program Trans-Papua mesti dituntaskan. PSI memiliki komitmen untuk Trans-Papua bisa segera rampung. Menurutnya, pembangunan ini merupakan fakta dari pemerataan.
"Jadi kami dari PSI komitmen untuk bisa memenuhi itu semua. Sampai Trans-Papua, jadi pokoknya pemerataan itu nggak hanya di Jawa tapi semua pembangunan rata di Indonesia," pungkasnya. (P-3)
Hutama Karya segera bangun jalan Trans Papua
Dampak positif pembangunan sangat dirasakan oleh masyarakat, antara lain adanya berbagai aktivitas ekonomi baru seperti pemukiman, perkebunan, pertanian dan lain sebagainya
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved