Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BAKAL Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil Jabar XI dari Partai Nasdem Toyib Bahtiar mengaku memiliki keyakinan dan semangat membawa program ambisius di wilayah pemilihannya. Dai sekaligus Akademisi itu mengaku ingin merealisasikan pilar pendidikan ketiga di wilayah Jawa Barat.
“Kami akan merealisasikan agenda kami ini agar masyarakat bisa menempuh pendidikan perguruan tinggi dengan mudah, murah dan cepat lulus sesuai dengan waktunya," kata Bahtiar, melalui keterangannya, Sabtu (28/10).
Bahtiar mengaku berupaya memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi para siswa berbakat. Selain itu, Bahtiar menyebut bahwa di Jawa Barat rata-rata angka kelulusan perguruan tinggi pertahun masih di angka 48%, masih ada 58% lulusan Sekolah Menengah Atas yang belum bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, masalah tersebut ditengarai karena alasan biaya kuliah yang tidak terjangkau, radius kampus yang jauh sehingga membutuhkan living cost (biaya hidup) selama berkuliah dan kurangnya motivasi orang tua.
"Pertama kami akan melayani rakyat ini dengan cinta, yang kedua melalui pencalonan ini kami bisa menyebarkan kebaikan, semoga niat tulus kami bisa menjadi petunjuk untuk bangsa dan negara kita yang adil dan makmur," kata Bahtiar.
Baca juga:
> Caleg NasDem Kritisi Ribuan Warga Kota Serang Masih Dolbon
> Bacaleg NasDem Probo Yuniar Siapkan Cetak Biru Majukan Subang Selatan
Program ambisius yang diusung adalah memberikan akses yang lebih luas bagi para lulusan Sekolah Menengah Atas untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, terutama di wilayah JABAR XI yang mencakup Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya. Langkah ini diyakini akan memberikan angin segar bagi para generasi muda di wilayah tersebut untuk mengembangkan potensi akademik mereka.
“Kami akan merealisasikan agenda kami ini agar masyarakat bisa menempuh pendidikan perguruan tinggi dengan mudah, murah dan cepat lulus sesuai dengan waktunya," tambahnya.
Bahtiar mengaku saat ini, pendidikan adalah kunci keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih inklusif, diharapkan kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan dapat diperkecil, sehingga kesempatan yang setara dapat diraih oleh semua lapisan masyarakat.
Tak hanya itu, Bahtiar juga menyatakan komitmennya untuk menjadikan Nasdem, partai yang mengusungnya, sebagai wadah yang inklusif bagi seluruh aspirasi dan kepentingan masyarakat.
“Mengenai partai yang mengusung saya yaitu NasDem, saya ingin NasDem tetap menjadi rumah besar dan isinya juga besar," ungkap Bahtiar sambil mengisyaratkan harapannya agar partai tersebut senantiasa menjadi tempat berkumpulnya ide-ide progresif dan konstruktif untuk kemajuan bangsa. (Z-6)
Jika partai politik membangun kaderisasi hingga tingkat paling rendah, menurut dia, seharusnya yang dipercaya untuk menjadi caleg adalah kader partai yang berasal dari tempat pencalonan.
Ray menegaskan Shintia layak di PAW jika terbukti benar melakukan penggelembungan suara pada Pileg 2024 lalu. Ray menegaskan, suara dari penggelembungan suara itu tidak sah dan harus dianulir.
Ward menuturkan, istrinya merupakan kader partai sekaligus anggota legislatif di Belanda.
Surat dari DPP PDIP dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan tafsir terkait penetapan caleg yang sudah meninggal pada Pamilu 2019. Dia juga menjelaskan surat balasan dari MA.
Yasonna keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Jalur pulang dia berbeda dengan saksi lainnya.
PDIP memecat calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPR Tia Rahmania yang belum lama ini mengkritik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tito Karnavian di Jakarta, Kamis malam.
Usulan telah melalui pembahasan bersama Komisi X DPR RI.
Penggunaan sekaligus pemahaman bahasa isyarat sangat penting.
Sinergi yang kuat antara guru dan orang tua akan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi perkembangan siswa.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan pentingnya upaya Partisipasi Semesta.
Menurut Lestari, penting mengedepankan upaya membangun 'jembatan' antara kesehatan jiwa dan kesehatan otak dalam konteks sebuah kebijakan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved