Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadi gempa Magnitudo (M) 5,4 yang terpusat di Sukabumi, Jawa Barat.
"Gempa terjadi pada 1 Oktober pukul 11.00 WIB dengan lokasi 7.26 LS,106.60 BT Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dengan kedalaman 88 km," tulis rilis BMKG, Minggu (1/10).
Gempa terpusat 30 km di tenggara Kabupaten Sukabumi yang dirasakan di Cisolok, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Kawasan Pantai Sawarna, Palabuhan Ratu, Soreang dan Cianjur, Cibadak, Bandung.
Baca juga: Tanah Bumbu Dilanda Gempa M 7,4, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan
Kekuatan gempa kali ini lebhi tinggi dibandingkan dengan gempa yang terjadi di Kabupaten Jayapura dengan kekuatan M 3.9 yang berpusat di 11 km barat laut Kabupaten Jayapura yang terjadi pada 29 September 2023.
Saat terjadi gempa bumi masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan. Pertama, jika berada di dalam bangunan maka lindungi badan dan kepala dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dan lainnya. Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan, atau lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Tanah Bumbu Kalimantan Selatan
Jika terjadi di daerah pegunungan maka hindari kemungkinan tanah yang berpotensi longsor. Jika sedang berada di pantai maka jauhi laut dan bibir pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
Masyarakat yang sedang di luar bangunan atau area terbuka bisa menghindari bangunan sekitar seperti gedung, tiang listrik, hingga pohon. (Z-3)
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved