Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan semakin meluas. Saat ini sekitar area tol Kayuagung pun terbakar, tepatnya di KM 321 dan KM 347. Tim pemadaman karhutla sudah bergerak memadamkan kebakaran lahan yang terjadi sejak Minggu (17/9).
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatra, Ferdian Kristanto mengatakan, tim Manggala Agni dibantu BPBD, TNI, Polri dan masyarakat sudah memaksimalkan upaya pemadaman di sekitar area tol.
"Kami bergerak cepat agar asap kebakaran tidak mengganggu aktivitas pengendara di Tol Kayuagung. Bahkan sejak terbakar, tim sudah langsung merapat dan memadamkan api," kata dia, Senin (18/9).
Baca juga: Ekosistem Gambut di Kalsel Kian Terancam
Kebakaran di area tol, kata Ferdian bukan kali pertama. Apalagi cuaca panas, angin kencang, dan tidak hujan membuat api cepat menjalar dan meluas. "Saat ini kebakaran lahan berada di arah Sepucuk, OKI. Tepatnya di lokasi bonn challange arah tol KM 321. Tim darat juga dibantu helikopter water boombing," kata dia.
Masalah lain, kata Ferdian, lokasi kebakaran lahan tersebut sulit diakses tim darat. Meski begitu, tim sudah semaksimal mungkin melakukan pemadaman karhutla.
Baca juga: Bupati Semarang Heran Sumber Mata Air di 3 Gunung Mengering
Selain di area tol, pihaknya juga konsentrasi pemadaman kebakaran lahan di kawasan lain, seperti di Jungkal, Deling, dan Pedamaran di OKI. Untuk personil kekuatan Manggala Agni yakni 3 regu di Sepucuk, 3 regu di Jungkal, 1 regu di Deling, 2 regu di Sungai Rengit, 2 regu di Pedamaran, dan 1 regu di Ibul Besar.
"Kami juga menggerakkan satu regu siap mobile gerak pengamanan tol. Fokus kami di lapangan adalah memaksimalkan pemadaman kebakaran lahan dan kami mohon doa dari masyarakat," jelasnya.
Bupati OKI, Iskandar mengatakan Pemkab OKI telah menaikkan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat. "Status ini agar kita semakin all out dari segala lini baik dari upaya pencegahan, penanganan di lapangan maupun dari segi pendanaan," terang Iskandar.
Ia menyebutkan Kabupaten OKI dengan kawasan gambut terluas di Sumsel sehingga menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. "Yang terbakar ini lahan luar konsesi perusahaan maupun kawasan hutan dan gambut sehingga sulit di padamkan," ujarnya.
Iskandar menuturkan konsentrasi titik api di OKI saat ini berasal dari 5 kecamatan yakni, Pampangan, Pangkalan Lampam, Sepucuk, Pedamaran, dan Tulung Selapan.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengatakan satuan tugas penanganan karhutla menambah posko siaga di titik rawan di OKI. "Saya sudah meminta kepada seluruh jajaran agar bekerja dengan totalitas dalam menangani masalah karhutla, salah satunya dengan menambah posko-posko siaga," ujarnya.
Dalam penanganan karhutla, Rachmad menegaskan agar tidak bekerja sendiri. "Semua pihak harus terus memaksimalkan kerjasama dengan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan perusahaan dalam upaya pemadaman karhutla," pungkasnya. (Z-3)
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved