Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH di guyur hujan seharian, Senin (4/9), lima kecamatan di kawasan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terendam banjir. Akibatnya aktivitas perekonomian warga terganggu.
Banjir di lima kecamatan itu merupakan banjir kiriman dari hulu sungai kawasan pengunungan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Debit air melebihi kapasitas sehingga terjadi luapan Sungai Krueng Pase, Sungai Krueng Keureutoe, Sungai Krueng Pirak, dan Sungai Krueng Pentol.
Lokasi yang terendam banjir kiriman itu meliputi Kecamatan Matangkuli, Tanah Luas, Pirak Timu, Samudera dan Kecamatan Syamtalira Aron. Di mana ketinggian air berkisar 60 cm hingga 2 meter.
Baca juga : Banjir Melanda Sembilan Kecamatan di Aceh Utara, Satu Tewas
Di Kecamatan Matangkuli, lokasi paling parah tergenang banjir adalah Gampong (desa) Tanjung Haji Muda, Lawang, Siren, Pante, Meunje, dan Gampong Leubok. Pasalnya kawasan itu bermuaranya tiga sungai, yakni Sungai Krueng Keureutoe, Sungai Krueng Pirak dan Sungai Krueng Peutoe.
Sebanyak 360 warga terpaksa diungsikan di pusat darurat banjir Gampong Tanjung Haji Muda, Senter Darurat Banjir Gampong Lawang, dan Senter Darurat Banjir Gampong Siren.
Tokoh Pemuda Kecamatan Matangkuli, Zulfadli, kepada Media Indonesia, Selasa (5/9) mengatakan warga tiga Gampong terdampak banjir mulai terkurung karena ketinggian air berkisar 2 meter. Mereka tidak bisa keluar ke pasar Matangkuli, Ibukota Kecamatan Matangkuli.
Baca juga : Aceh Tamiang Dilanda Banjir, 50 Rumah Terendam
"Apalagi pada lokasi tertentu berarus sangat deras. Empat sampan kayu untuk evakuasi warga juga tidak bisa menembus arus" kata Zulfadli.
Banjir juga melumpuhkan aktivitas perdagangan di pusat Ibukota Kecamatan Matangkuli. Pasalnya genangan banjir masuk ke toko-toko tempat penjualan pakaian dan bahan pokok.
"Tidak ada dapur umum dan belum sampai bantuan bahan makanan. Warga masih pakai dapur masing- masing keluarga yang diangkut dari rumah" tutur Zulfadli. (Z-3)
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Menariknya di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sekarang lahir ide baru dan patut diacungkan jempol. Ini bisa jadi inovasi untuk menyikapi dunia pendidikan.
Lokasi yang terendam banjir itu tersebar di Gampong (Desa) Tanjung Haji Muda, Lawang, Siren, Meunje, Leubok dan Gampong Ceubrek
Sedikitnya 18 penumpang bus berbadan lebar Cahaya Kembar Jaya (CJK) yang terbalik harus dirawat medis di Rumah Sakit Arun dan Rumah Sakit Kesrem, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
CALON presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memperoleh suara tinggi di Papua Tengah, Aceh Utara, dan Sumatra Barat.
Banjir melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Banjir ini disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah selama dua hari.
Imigran Rohingya yang sempat turun ke daratan pun diarahkan naik kembali ke kapal kayu yang mereka tumpangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved