Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AGUSTUS merupakan bulan yang istimewa bagi seluruh insan pos di Nusantara. Ini karena setelah merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, ada perayaan Ulang Tahun Pos Indonesia pada 26 Agustus.
Sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumya, puncak perayaan Hari Ulang Tahun 277 Pos Indonesia dilaksanakan di PosCo Bandung, Jawa Barat, dan dihadiri langsung oleh Wakil menteri BUMN Kartika Wiroatmodjo. Bertepatan dengan HUT Pos Indonesia Ke-277, Kartika melakukan launching BUMN logistik di bawah naungan Pos Indonesia bertajuk Pos Ind Logistik Indonesia.
Baca juga: Lomba Burung Berkicau Warnai Peringatan HUT Ke-46 PDAM Tirta Merapi Klaten
Pos Ind Logistik Indonesia selanjutnya menjadi wajah baru dalam pelayanan Pos Indonesia ke depan. Dalam Pos Ind Logistik Indonesia, perusahaan berperan sebagai agent of collaboration para penyedia jasa logistik untuk memaksimalkan layanan yang berfokus pada commercial dan service excellence melalui konsep sharing economy. Pos Ind Logistik Indonesia akan mencakup layanan dan infrastruktur yang meliputi seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Harapannya, sinergi di bidang logistik ini dapat mewujudkan layanan logistik efisien yang terintegrasi dalam ekosistem digital. Dari sisi ekonomi, sinergi ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta terjadi stabilitas adya saing pasar logistik. Inisiasi atas sinergi BUMN Logistik berasal dari pemerintah. Ini sejalan dengan tema yang diusung pada Ulang Tahun 277 ialah Festival Akhlak Pos Indonesia Menuju BUMN Logistik.
Baca juga: BBM Satu Harga Beri Harapan Memajukan Daerah Tertinggal
Pada acara itu, Pos Indonesia juga meluncurkan creative hub PosCo Bandung. PosCo merupakan wadah untuk menuangkan industri kreatif, mulai dari kuliner, musik, kuliner, craft, maupun hobi. Berlokasi di pusat kota, PosCo menyasar kaum muda Bandung maupun wisatawan. (RO/Z-2)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved