Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN Revolusi Hijau yang digalakkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sejak 2017 silam merupakan salah satu keberhasilan pembangunan bidang kehutanan di wilayah tersebut.
Bahkan menjadi percontohan gerakan penghijauan di Indonesia. Gerakan penanaman atau penghijauan secara besar-besaran dengan melibatkan semua unsur pemerintah, swasta dan masyarakat ini telah berkontribusi besar pada perbaikan kualitas lingkungan.
Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Bahkan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat penanggulangan
kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Istana Negara tahun 2019 lalu, mengatakan program penghijauan di Kalsel layak untuk dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
Revolusi Hijau menjadi faktor utama berkurangnya luas lahan kritis di Kalsel secara signifikan. Mengacu pada data luas lahan kritis
yang dikeluarkan Kementerian LHK, pada tahun 2013 luas lahan kritis di Kalsel tercatat seluas 642.580 hektare. Pada 2018 luas lahan kritis berkurang menjadi 511.594 hektare dan data terakhir tahun 2022 luas lahan kritis di Kalsel berkurang menjadi 458.478 hektare.
"Gerakan revolusi hijau telah memberikan kontribusi postif dalam pengurangan lahan kritis. Sebelumnya kegiatan rehabilitasi lahan kritis di Kalsel hanya sekitar 2000-an hektare per tahun. Dengan gerakan revolusi hijau penanaman pohon setiap tahunnya mencapai 20 ribu hingga 30 ribu hektare," ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra.
Sejak dicanangkan hingga kini Revolusi Hijau telah berhasil menanam dan membagikan bibit seluas 142 ribu hektare lebih di 13 kabupaten/kota.
Kegiatan penanaman dilakukan dengan skema rehabilitasi hutan dan lahan, Rehab DAS PPKH, reklamasi hutan, KBR, KBD, forest city,
penghijauan lingkungan, industri menanam, perhutanan sosial dan lainnya. Serta perlibatan pemda dan masyarakat hingga tingkat tapak di 1.872 desa dan kelurahan yang ada di Kalsel.
Perbaikan kualitas lingkungan hidup
Keberhasilan lain dari gerakan Revolusi Hijau adalah membaiknya kualitas lingkungan hidup Provinsi Kalsel yang masuk kategori sangat baik dengan nilai IKLH pada 2022 sebesar 71,97. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan sebelumnya pada 2021 IKLH Kalsel mencapai angka 70,92 atau naik dari 2020 sebesar 68,43.
Ada beberapa parameter penilaian dalam IKLH ini meliputi indek kualitas air (IKA), indeks kualitas air laut (IKAL), indeks kualitas udara (IKU), indeks kualitas lingkungan (IKL) dan indeks kualitas ekosistem gambut (IKEG).
Kalsel sendiri menghadapi beragam permasalahan dan tantangan bidang lingkungan seperti kondisi pencemaran air berupa kadar ecoli yang
tinggi dan sampah rumah tangga. Tugas dan pekerjaan lingkungan hidup tak bisa hanya dikerjakan secara parsial, melainkan lintas sektor dalam pembangunan dan pencegahan terhadap pencemaran serta kerusakan lingkungan.
baca juga: Karhutla Mulai Meluas Di Sejumlah Titik di Palangka Raya
Indikator lain yang perlu menjadi perhatian adalah masalah ekosistem gambut yang sebagian dalam kondisi rusak, sehingga rawan terbakar saat kemarau. Sementara indeks tutupan lahan juga harus mendapat prioritas karena luas lahan kritis masih cukup luas, meski gerakan Revolusi Hijau cukup berhasil.
Keberhasilan gerakan Revolusi Hijau ini tidak lepas dari peran besar DR Hanif Faisol Nurofiq saat menjabat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel waktu itu. Melalui gagasan dan kerja kerasnya yang dituangkan dalam Perda nomor 7 tahun 2018 Gerakan Revolusi Hijau berhasil memasifkan gerakan bertagline "menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu dan masa depan".
Kini dengan jabatan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),
diharapkan dirinya mampu menciptakan Revolusi Hijau lebih masif dan lebih luas untuk Indonesia. (N-1)
Pelajari teknologi pengolahan hasil hutan terbaru 2026, mulai dari CLT hingga nanokelulosa, guna mendorong hilirisasi industri kehutanan Indonesia.
Pahami ekologi hutan secara mendalam, mulai dari komponen biotik-abiotik hingga peran vitalnya dalam ekonomi karbon Indonesia tahun 2026.
Silvikultur bukan sekadar menanam pohon. Simak rincian lengkap apa yang dipelajari di jurusan Silvikultur, mulai dari rekayasa genetika hingga manajemen karbon hutan.
Pelajari struktur kayu secara mendalam (makroskopis & mikroskopis), sifat fisik (higroskopisitas), serta kekuatan mekaniknya untuk aplikasi konstruksi dan industri modern.
Panduan komprehensif belajar Dendrologi. Membahas morfologi, taksonomi, teknik identifikasi pohon, dan relevansinya dalam isu karbon & kehutanan modern.
Bencana banjir di Sumatera perlu dilihat secara komprehensif dan tidak disederhanakan sebagai akibat satu faktor semata.
Program penghijauan skala besar ini dinyatakan berhasil oleh Kementerian Kehutanan setelah memenuhi indikator ketat, termasuk persentase tumbuh tanaman yang mencapai 95,16%.
Melalui penghijauan ini, para pemangku kepentingan berharap fungsi ekologis kawasan dapat kembali kuat sekaligus memberikan edukasi konservasi kepada masyarakat.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
PT Pertamina memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dengan menggelar program penghijauan berskala besar.
Sinar Mas Land menanam 160 pohon peneduh, meliputi pohon glodogan tiang, tabebuya kuning, dan flamboyan di sepanjang satu kilometer Jalan Raya Desa Cicayur, Kabupaten Tangerang.
Citra satelit menunjukkan Bumi lebih hijau sejak 1980-an, namun studi terbaru mengungkap paradoks penghijauan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved