Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah gencarnya isu perubahan iklim dan target Net Zero Emission yang menjadi fokus dunia pada 2026, ilmu kehutanan--khususnya Silvikultur--memegang peranan sentral. Namun, bagi masyarakat awam atau calon mahasiswa, pertanyaan mendasar sering muncul: "Apa sebenarnya yang dipelajari dalam Silvikultur?"
Secara etimologi, Silvikultur berasal dari bahasa Latin silva (hutan) dan cultura (budi daya). Sederhananya, ini adalah seni dan sains membangun, mengelola, serta memelihara hutan agar lestari dan produktif. Namun, dalam praktiknya di bangku perkuliahan, cakupannya jauh lebih kompleks daripada sekadar menanam bibit.
Berikut adalah bedah tuntas mengenai apa saja yang dipelajari dalam disiplin ilmu Silvikultur, yang diolah oleh tim MI-Studio untuk panduan pendidikan dan karier Anda.
Sebelum belajar cara menebang atau menanam, mahasiswa Silvikultur harus memahami 'pasien'-nya terlebih dahulu, yaitu pohon dan ekosistemnya. Mata kuliah dasar meliputi:
Ini inti dari Silvikultur: rekayasa untuk mendapatkan tegakan hutan yang berkualitas unggul.
Layaknya dokter, seorang silvikulturis (ahli silvikultur) harus mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit hutan.
Fokus Studi: Hama dan Penyakit Hutan (Entomologi & Fitopatologi), serta Kebakaran Hutan (pengendalian api dan manajemen bahan bakar).
Di era modern, hutan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Mahasiswa mempelajari Agroforestri (Wanatani), yaitu sistem penggabungan tanaman kehutanan dengan pertanian atau peternakan dalam satu lahan. Ini solusi untuk ketahanan pangan sekaligus kelestarian hutan.
Untuk memudahkan pemahaman, berikut tabel klasifikasi mata kuliah yang umumnya diajarkan di universitas terkemuka di Indonesia (seperti IPB, UGM, USU) pada tahun 2026:
| Kelompok Keilmuan | Mata Kuliah Kunci | Output Keahlian |
|---|---|---|
| Biologi Hutan | Dendrologi, Ekologi, Fisiologi | Identifikasi spesies & analisis ekosistem. |
| Teknik Silvikultur | Pemuliaan Pohon, Perbenihan, Teknologi Persemaian | Produksi bibit unggul & rekayasa genetik. |
| Proteksi | Ilmu Hama & Penyakit, Pengendalian Kebakaran | Dokter tanaman & mitigasi bencana api. |
| Manajemen | Agroforestri, Inventarisasi Hutan | Pengelolaan lahan terpadu. |
Pada tahun 2026, kurikulum Silvikultur telah beradaptasi dengan kebutuhan pasar global. Mata kuliah baru atau yang diperdalam meliputi:
Dengan demikian, lulusan Silvikultur tidak hanya bekerja di hutan rimba, tetapi juga menjadi konsultan lingkungan, peneliti bioteknologi, hingga auditor sertifikasi kayu legal yang sangat dibutuhkan dunia industri saat ini.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved