Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Dendrologi Adalah: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Panduan Identifikasi Pohon

Wisnu Arto Subari
27/1/2026 23:59
Dendrologi Adalah: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Panduan Identifikasi Pohon
Ilustrasi.(Freepik)

DALAM dunia kehutanan dan botani, Dendrologi adalah 'alfabet' yang wajib dikuasai sebelum seseorang bisa membaca 'kalimat' ekosistem hutan. Tanpa pemahaman dendrologi yang mumpuni, seorang rimbawan, peneliti, atau pegiat lingkungan akan kesulitan dalam melakukan inventarisasi hutan, rehabilitasi lahan, hingga penghitungan stok karbon yang menjadi isu krusial di tahun ini.

Artikel ini dirancang sebagai materi referensi tingkat lanjut (advanced guide) untuk mahasiswa kehutanan, biologi, maupun masyarakat umum yang ingin memahami ilmu pengenalan pohon secara mendalam.

1. Definisi dan Etimologi

Secara etimologi, Dendrologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Dendron yang berarti pohon, dan Logos yang berarti ilmu. Secara terminologi, Dendrologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari secara spesifik tentang tumbuhan berkayu (woody plants), yang mencakup pohon (trees), semak (shrubs), dan liana (tumbuhan memanjat berkayu).

Fokus utama dendrologi adalah:

  • Taksonomi: Pengklasifikasian dan tata nama.
  • Morfologi: Pengenalan bentuk fisik (daun, batang, akar, bunga, buah).
  • Ekologi: Persebaran dan habitat tumbuh.
  • Fisiologi: Proses kehidupan tumbuhan kayu (secara umum).

2. Mengapa Dendrologi Penting di Tahun 2026?

Relevansi ilmu ini semakin meningkat seiring dengan target Net Zero Emission Indonesia. Berikut urgensinya:

  • Perdagangan Karbon: Identifikasi spesies pohon yang tepat sangat krusial untuk menghitung biomassa dan serapan karbon secara akurat. Spesies yang berbeda memiliki densitas kayu (berat jenis) yang berbeda.
  • Restorasi Ekosistem: Dalam proyek rehabilitasi (seperti di kawasan IKN atau bekas tambang), kesalahan identifikasi bibit bisa menyebabkan kegagalan pertumbuhan (ketidakcocokan lahan).
  • Forensik Kehutanan: Melacak asal-usul kayu ilegal (illegal logging) melalui identifikasi anatomi kayu.

3. Morfologi: Kunci Identifikasi Lapangan

Tantangan terbesar dendrologi adalah mengenali pohon di lapangan tanpa membawa sampel ke laboratorium. Berikut adalah parameter morfologi utama yang menjadi acuan:

A. Daun (Folium)

Daun adalah organ vegetatif yang paling mudah diamati, tetapi paling bervariasi. Perhatikan aspek berikut:

Karakteristik Penjelasan & Contoh
Komposisi Tunggal: Satu helai daun pada satu tangkai (Cth: Nangka, Mangga).
Majemuk: Banyak anak daun pada satu tangkai utama (Cth: Sengon, Petai, Mahoni).
Tata Letak (Phyllotaxis) Tersebar (Alternate): Selang-seling.
Berhadapan (Opposite): Saling berhadapan (Cth: Jambu-jambuan/Myrtaceae).
Berkarang (Whorled): Melingkar pada satu buku.
Bentuk & Tepi Apakah bulat telur, lanset, atau jantung? Apakah tepinya rata (entire) atau bergerigi (serrated)?

B. Batang dan Kulit (Bark)

Ketika pohon sangat tinggi dan daun sulit dilihat, karakteristik batang menjadi kunci:

  • Warna & Tekstur: Apakah halus (seperti Eukaliptus), memecah (seperti Pinus), atau berduri (seperti Randu)?
  • Getah (Exudate): Lukai sedikit kulit batang.
    • Getah Putih: Umumnya famili Moraceae (Beringin) atau Sapotaceae.
    • Getah Merah: Umumnya famili Myristicaceae (Pala hutan).
    • Getah Bening/Resin: Umumnya famili Dipterocarpaceae (Meranti) atau Pinaceae.
  • Banir (Buttress): Akar papan yang menonjol di pangkal batang, ciri khas pohon hutan hujan tropis.

C. Alat Perkembangbiakan (Generatif)

Bunga dan buah adalah ciri identifikasi paling akurat (taksonomis), tetapi sifatnya musiman. Bentuk buah (polong, buni, batu, atau bersayap) sangat menentukan klasifikasi famili.

4. Tata Nama (Nomenklatur)

Dendrologi mengikuti aturan International Code of Nomenclature for algae, fungi and plants (ICN). Penamaan menggunakan sistem binomial (dua kata):

Contoh: Tectona grandis L.f.
Tectona = Genus (Marga)
grandis = Penunjuk Spesies (Specific epithet)
L.f. = Singkatan nama penemu/author (Carolus Linnaeus filius)

5. Metode Belajar Dendrologi yang Efektif

Bagi mahasiswa atau pemula, menghafal ribuan spesies pohon adalah hal mustahil. Gunakan strategi berikut:

  1. Kuasai Famili Dominan: Di Indonesia, kuasai dulu ciri famili besar seperti Dipterocarpaceae (penghasil kayu pertukangan), Fabaceae (polong-polongan), Moraceae, dan Lauraceae.
  2. Buat Herbarium: Mengoleksi spesimen kering (daun, ranting, bunga) untuk dipelajari polanya.
  3. Gunakan Kunci Determinasi: Buku panduan yang berisi serangkaian pertanyaan ya/tidak tentang ciri fisik tanaman yang menuntun pada nama spesies.
  4. Teknologi AI (2026): Manfaatkan aplikasi identifikasi berbasis AI sebagai alat bantu awal. Namun selalu verifikasi dengan buku manual dendrologi (seperti karya T.C. Whitmore atau PROSEA).

Kesimpulan: Dendrologi bukan sekadar menghafal nama latin. Ia adalah seni mengamati detail alam. Dengan menguasai dendrologi, kita dapat mengelola sumber daya hutan Indonesia secara lebih presisi, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya