Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKARELAWAN Ganjar Muda Padjajaran (GMP) menggelar turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Kedai Ropispang Sekawan, Jalan Lapangan Serbaguna, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Koordinator Daerah (Korda) GMP Kota Bekasi Budi Burhanudin mengatakan pihaknya membuat program ini untuk mendukung kemajuan dan potensi anak muda di dunia esport tanah air.
Sebanyak 16 tim lolos seleksi untuk ikut dalam perlombaan tersebut. Setiap tim terdiri atas lima orang.
Baca juga : Enam Tim Wakili Indonesia di PUBG Mobile Super League SEA Fall
"Kami mengadakan kompetisi Mobile Legends se-Kota Bekasi, khususnya para pemuda yang terpilih. Banyak tim yang ingin ikut. Namun, kami seleksi lagi, kemudian muncul 16 tim yang paling bagus di kota ini," tuturnya.
Budi menjelaskan, esport sekarang sangat digandrungi anak muda hingga dewasa. Karena itu, pihaknya mewadahi dan memfasilitasi hobi mereka dengan menghadirkan kegiatan tersebut.
Baca juga : Turnamen Free Fire World Series 2023 Siap Digelar di Bangkok
"Kami berdiskusi dengan teman-teman bagaimana kami dari GMP berfokus pada kegiatan generasi Z dan milenial. Nah, sekarang ini yang paling digandrungi anak muda adalah esport Mobile Legends," ungkap Budi.
Menurut Budi, turnamen ini juga memberikan stimulasi kepada pemuda generasi Z agar dapat menjadi pemain profesional, sehingga terbuka kesempatan bagi mereka untuk bergabung dengan tim esport profesional di tanah air.
"Kami mewadahi atau memfasilitasi anak-anak muda ini untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka. Ke depan mungkin bisa menjadi pemain profesional berbakat dalam Mobile Legends," ujarnya.
Budi menilai esport sebagai industri yang ke depan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Mengingat, gim Mobile Legends sudah dipertandingkan dalam SEA Games dan Asian Games.
"Anak-anak Bekasi, khususnya pemuda milenial, menjadikan ini sebagai batu loncatan untuk ke depan menjadi atlet profesional. Diketahui, esport ini sangat populer di kalangan anak muda," tuturnya.
Dia berharap peserta yang telah ikut berkompetisi semakin bersemangat dalam mengembangkan hobi dan bakatnya. Dia juga berharap mereka ke depan dapat menjadi atlet esport profesional yang mengharumkan bendera Merah Putih di kancah Internasional.
"Harapannya, anak muda di Kota Bekasi jangan sampai terjerumus dalam narkoba. Karena itu, kami membuat turnamen agar mereka memiliki kegiatan positif semacam ini," katanya.
Sementara itu, Bima Aditya sebagai peserta kompetisi sangat semringah dan bersemangat sekali karena hobinya telah diwadahi oleh GMP.
"Sangat positif karena sesuai dengan ekspektasi kami sebagai anak muda. Tim-tim yang ikut juga ramah," ucapnya.
Bima berharap turnamen esport seperti ini dapat digelar di beberapa tempat. Apalagi, tren gim sport tersebut sedang digandrungi.
"Harapannya lebih banyak lagi turnamen-turnamen Mobile Legends di Bekasi. Semenjak pandemi korona ini, kegiatan lebih sering online. Sekarang jadi harus lebih digerakkan lagi. E-sports sekarang juga sedang naik-naiknya," ujarnya.
Setelah ikut ajang ini, Bima dan teman-temannya bermimpi menjadi atlet esport profesional dan bisa berkompetisi di ajang yang lebih tinggi, seperti MPL Indonesia. Selain itu, bisa membela Indonesia dalam kejuaraan dunia esport.
"Semoga bisa membawa nama Indonesia ke jenjang selanjutnya di dunia esport. Semoga yang lain juga bisa menyalurkan hobinya hingga mewakili Indonesia di turnamen internasional," katanya. (Z-5)
SGGA 2025 digelar dengan lima tahap utama: Indonesia West Online Series, Indonesia East Online Series, High School Major, Wildcard Offline Tournament, hingga puncaknya Bali Major.
Turnamen Esport ini bukan sekedar kompetisi namun juga bentuk apresiasi terhadap generasi muda yang aktif dan kreatif di dunia digital.
PERTUMBUHAN akademi esports di Indonesia menunjukkan tren positif dan menjadi faktor penting dalam mencetak generasi baru atlet esports profesional.
Putri Pramesti, berhasil meraih medali emas pertama di kategori eFootball Women’s dalam ajang ASEAN Youth Esports Championship (AYESC) 2025
Onic menjuarai Mobile Legends: Bang Bang League Indonesia (MPL ID) Season 15 setelah mengalahkan RRQ Hoshi di laga final di Jakarta International Velodrome, Minggu (15/6).
Esport bukan hanya tentang permainan, tetapi tentang kreativitas, strategi, dan kerja sama tim
Pengembangan sepak bola putri di Tanah Air memasuki babak baru dengan perluasan jangkauan ke Pulau Kalimantan.
Dua juara PIIJGC tahun lalu, Kenneth Henson Sutianto (Indonesia) dan Sieun Lee (Korea Selatan) akan kembali mengikuti turnamen ini.
Kehadiran pemanas ini menjadi simbol perluasan peran Ariston yang menghadirkan pengalaman hot water comfort setelah berolahraga.
Partai Mixed Double menjadi penentu sekaligus memastikan kemenangan ACDP.
Asian Intercity Bowling Championship mempertandingkan laga antara tim-tim yang mewakili kota-kota Asia.
HAC 2025 mempertandingkan 12 kategori, mencakup berbagai tingkatan usia dan jenis busur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved