Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRUS jembrana pada hewan ternak sapi mulai menyerang dua daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur. Berdasarkan data pada 2023 dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra dua di daerah ini banyak sapi dinyatakan mati akibat virus tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Sultra La Ode Muhammad Jabal mengatakan, di Kabupaten Konawe sapi yang terjangkit virus jembrana sebanyak enam ekor. Ini terdiri atas lima ekor dinyatakan positif serta mati dan satu negatif atau sembuh.
"Sedangkan di Kolaka Timur dari 14 ekor yang terjangkit virus jembrana, 11 dipotong, 2 dinyatakan negatif atau sembuh, dan 1 mati," ungkap dia.
Baca juga: Gali Fondasi Rumah, Rudy Hartono Temukan Gading Gajah Purba
Jabal bilang, virus tersebut diakibatkan asupan pakan yang tidak baik dan kandang tidak bersih, sehingga menyerang sistem kekebalan sapi. "Proses penularannya melalui gigitan nyamuk dari sapi yang terinfeksi virus ke sapi yang lain. Virus jembrana hanya menyerang pada sapi jenis bali dan tidak menular pada sapi jenis lain," beber dia.
Dikatakannya, daging sapi yang terinfeksi virus jembrana termasuk aman untuk dikonsumsi. "Sedangkan dari sisi ekonomi peternak sapi mengalami kerugian yang cukup besar. Adapun ciri-ciri ternak terjangkit virus jembrana yakni mengeluarkan keringat darah, pembengkakan pada paha, diare dengan bercak darah, dan nafsu makan menurun," terang Jabal.
Baca juga: MUI Jabar Minta Pemerintah Waspadai Dampak Panji Gumilang Tersangka
Masyarakat diminta agar melaporkan ternaknya jika terjadi gejala dan rutin melakukan vaksinasi. "Masyarakat harus segera melapor jika ada kondisi sapi yang mencurigakan terpapar virus ini," tukasnya. (Z-2)
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Serangkaian temuan penting terkait praktik pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara menjadi sorotan utama.
Kawasan Indonesia Timur, termasuk Cekungan Manui, memiliki banyak cekungan sedimen dengan potensi sistem petroleum aktif dan akumulasi hidrokarbon yang signifikan.
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tenggara bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar Bale Properti Expo 2025 di Kendari, Kamis (18/9).
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Ifishdeco sepenuhnya mendukung visi Gubernur Sulawesi Tenggara yang ingin mendorong kemandirian daerah dengan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
GUNA menjaga keutuhan adat dan memperkuat legitimasi kepemimpinan tradisional, Kerajaan Moronene Keuwia-Rumbia menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Rabu (11/6).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved