Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA peringatan tahun baru Islam (Suro) 1445 Hijriah, PT Semen Gresik Pabrik
Rembang, Jawa Tengah, melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan kepada Masyarakat Adat Samin atau Sedulur Sikep Samin di Dusun Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
Silaturahmi yang dilaksanakan di pendopo tersebut, dihadiri oleh tetua Sedulur Sikep Samin, Mbah Lasiyo, beserta kelompok anggotanya, dan perwakilan dari tim CSR PT Semen Gresik.
Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Dharma Sunyata,
menuturkan bahwa perusahaan rutin melaksanakan silaturahmi dengan kelompok budaya sedulur sikep samin klopoduwur. Berdialog dengan Sedulur Samin sebagai upaya perusahaan dalam mempererat silaturahmi dan menjalin sinergitas dengan kelompok budaya lokal.
"Kami disambut dan dijamu dengan hangat di pendopo oleh sedulur sikep samin klopoduwur. Suasana cair kekeluargaan terlihat dari silaturahmi tersebut, perusahaan hadir dalam melestarikan budaya lokal," jelasnya.
Silaturahmi ini, lanjut dia, merupakan bentuk komitmen perusahaan menerapkan upaya merangkul pemangku kepentingan dalam operasional bisnis. PT Semen Gresik sangat terbuka dan menerima kehadiran kelompok budaya Sedulur Sikep Samin tanpa melihat keyakinan yang dianut.
"Ilmu atau ajaran yang digaungkan oleh Sedulur Sikep Samin tentang
pentingnya menjaga alam, selaras dengan konsep pembangunan Semen Gresik
yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan industri hijau," ungkap
Dharma.
Kebersamaan dengan Sedulur Sikep Samin, kata dia, ditandai dengan
penyerahan bantuan ternak kambing dan bantuan untuk kegiatan bulan suro
kepada warga kelompok budaya lokal tersebut.
"Semangat silaturahmi dan berbagi ini semoga memberikan nilai tambah dari segi ekonomi dan sosial bagi Sedulur Sikep Samin. Tidak hanya dengan dengan kelompok budaya lokal ini, kami juga akan terus menjaga dan menjadi bagian dari keberlanjutan operasional perusahaan," tutupnya. (N-2)
KRISIS iklim merupakan tantangan nyata yang dihadapi Indonesia hari ini. Dampaknya terasa langsung melalui bencana hidrometeorologis, degradasi lingkungan.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
Masyarakat hukum adat telah lama menerapkan aturan dan norma adat dalam mengelola wilayah hutan secara berkelanjutan.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengakuan hutan adat dan memperluas akses pendanaan bagi masyarakat adat melalui mekanisme yang inklusif.
KOALISI Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat menilai proses pengakuan masyarakat adat di Indonesia hingga kini masih dilakukan secara bersyarat, berlapis, dan sektoral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved