Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pekan ini.
Pasalnya, saat ini tingkat kemudahan kebakaran di NTT masuk kategori sangat tinggi, antara lain di wilayah Kabupaten Belu, Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua dan hampir seluruh wilayah Pulau Sumba dan beberapa wilayah di Flores.
"Saat ini terdapat potensi angin kencang di beberapa wilayah di NTT dengan kecepatan antara 30-50 kilometer per jam, dan suhu berkisar antara 21-33 derajat celcius," ujar Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi lewat keterangan tertulis, Rabu (19/7).
Baca juga: Kepala BNPB Ingatkan Pemda untuk Antisipasi Karhutla
Angin kencang yang melanda NTT itu dapat menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jika muncul titik api di kawasan hutan. Menurut Agung, pada 20 Juli, kecepatan angin mulai berkurang antara 20-40 kilometer per jam, namun, potensi kebakaran hutan dan lahan tetap ada.
Untuk itu, masyarakat diingatkan tetap waspada karena kebakaran bisa dipicu oleh hal yang sepele seperti membuang puntung rokok di semak atau saat membersihkan lahan untuk membuka areal pertanian dengan cara membakar.
Baca juga: BNPB: 6,3 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan
Selain itu, angin kencang juga memicu gelombang tinggi di perairan NTT. Tinggi gelombang berkisar antara 2,5-4 meter melanda Selat Sape bagian selatan, selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Kupang hingga Rote dan Samudera selatan Kupang-Rote yang berisiko tinggi terhadap kapal feri.
Kemudian tinggi gelombang 1,25-2,5 meter melanda Selat Sumba bagian timur, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombai, perairan utara Kupang-Rote, dan Selat Wetar.
Sedangkan tinggi gelombang 4-5 meter melanda Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu. Sesuai ramalan BMKG, gelombang tinggi mulai 20-22 Juli 2023. (PO/Z-7)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved