Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Denpasar, Bali merenovasi Rumah Berdaya, yang merupakan
tempat rehabilitasi psikososial Orang Dengan Skizofrenia (ODS) di bawah
naungan Dinaas Sosial.
Renovasi rehabilitasi tempat ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota Denpasar bagi para pasien ODS agar bisa kembali pulih sehingga dapat diberdayakan untuk ikut membangun kehidupan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty
menjelaskan saat ini total penyandang disabilitas mental di Kota
Denpasar tercatat 484 orang. Sebanyak 92 orang ODS pernah
mendapatkan rehabilitasi di Rumah Berdaya ini.
"Di Rumah Berdaya ini kami juga melakukan Terapi Aktivitas Kelompok
(TAK) serta mengajak ODS untuk produktif. Salah satunya dengan
memproduksi dupa herbal, mengemas dupa, menyablon dan juga membuat VCO
(virgin coconut oil)," ujar Laxmy Saraswaty, di sela-sela acara prosesi peletakan batu pertama renovasi rehabilitasi Rumah Berdaya Denpasar yang dilakukan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Senin (3/7).
Biaya renovasi rehabilitasi sebesar Rp800 juta lebih ini. Rumah itu ditargetkan rampung pada 10 November mendatang. Setelah selesainya pengerjaan renovasi ini, diharapkan Rumah Berdaya akan terus mampu memfasilitasi ODS untuk mendapatkan rehabilitasi psikososial hingga pulih dan bisa mandiri.
Dalam sejarahnya, Rumah Berdaya ini didirikan pada 3 September 2016 atas kerja sama Dinas Sosial Kota Denpasar dengan beberapa komunitas yang peduli dengan penyakit gangguan mental. Di antaranya Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Simpul Bali dan organisasi Ketemu Project. (N-2)
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Kehadiran jajaran Pemkot Denpasar dalam perayaan Natal ini menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam menjamin kerukunan beragama di Bali,
Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan, kelancaran lalu lintas, serta keselamatan wisatawan dan masyarakat yang merayakan ibadah Natal di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Target ambisius ini dicanangkan setelah Denpasar berhasil menanggulangi dampak fluktuasi angka kemiskinan yang dipicu oleh pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved