Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KRI Teluk Hading 538 masih terlihat mengeluarkan kepulan asap, pascakebakran pada Sabtu (3/6), di Perairan Selayar Sulawesi Selatan. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini berada di sekitar dermaga pelabuhan Bira Bulukumba, tepatnya di kawasan wisata Titik Nol.
Menghindari hal yang tidak diinginkan, sejumlah KRI melakukan pengawasan di sekitaran kapal tersebut. Tidak hanya itu, nelayan juga dilarang melakukan aktivitas di dekat KRI Teluk Hading.
Selain itu, kawasan wisata titik nol juga ditutup sementara waktu. Pengawalan ekstra ketat pun dilakukan oleh aparat keamanan dan TNI.
Baca juga: Sedang Operasi Rutin, KRI Teluk Hading Terbakar
Kawasan titik nol dan KRI Teluk Hading sengaja disterilkan dikarenakan masih ada sejumlah amunisi di kapal tersebut. Pihak Pariwisata Bulukumba masih menunggu keputusan TNI sebelum kembali membuka kawasan wisata tersebut.
"Untuk sementara kawasan wisata Titik Nol di sterilkan, jangan ada aktivitas wisatawan dan petugas melakukan kegiatan di kawasan. Ada insiden terkait kapal TNI Angkatan Laut (AL) yang mengalami musibah," ujar Daud Kahal, kadis Pariwisata Bulukumba.
Baca juga: Bantu Nelayan di Bali, PTPN Group Dorong Keberlanjutan Lingkungan
Diduga di atas kapal ada banyak amunisi dan alat perang yang bisa saja berbahaya. Apalagi kapal tersebut masih mengeluarkan kepulan asap.
"Ini armada angkatan laut, tentunya ada bahan-bahan yang bisa meledak dan bisa berdampak bagi lingkungan sekitar. ADa amunisi yang bisa membahayakan akibat kebakaran, bisa juga tidak. Mudah-mudahan sampai dinyatakan kondusif, tidak ada apa-apa," ujar Daud.
KRI Teluk Hading sendiri terbakar saat menjalankan operasi rutin TNI angkatan laut di perairan selayar , api diduga muncul dari arah belakang kapal.
KRI Teluk hading sendiri memiliki panjang 98 meter dan sisi lebar 11 meter kapal diluncurkan pada tanggal 10 juni 1977 atau telah berumur 46 tahun. (Z-3)
KRI Teluk Hading 538, yang mengangkut 119 orang, diinformasikan terbakar di Perairan Bulukumba-Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/6) siang.
KAPAL perang KRI Teluk Hading 538, yang mengangkut 119 orang, diinformasikan terbakar di Perairan Bulukumba-Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/6) siang.
Komando Armada (Koarmada) TNI AL menurunkan sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk membantu pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam.
TNI AL menerjunkan prajurit Marinir ke masyarakat yang terdampak dari bencana tersebut kemudian untuk menghilangkan rasa trauma (trauma healing) mereka.
TNI AL mengerahkan lima KRI dengan tim medis, logistik, penyelamat, dan lima helikopter untuk mendukung operasi pencarian.
TNI Angkatan Laut segera mengerahkan sejumlah unsur dan pasukan untuk membantu penanganan bencana alam tanah longsor dan banjir di Sumut dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kapal tersebut diketahui tidak menyalakan AIS (Automatic Identification System) dan melintas di luar jalur navigasi yang semestinya, tepatnya di perairan Pulau Laut, Natuna.
TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan dua kapal pengangkut nikel yang terindikasi melakukan pelanggaran di Perairan Mandiodo, Konawe Utara. Tujuan kapal itu PT.IMIP Morowali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved