Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR rob yang sering terjadi di Semarang, Jawa Tengah, membuat sejumlah perusahaan memilih memindahkan usahanya ke daerah lain yang lebih aman.
Pengamat ekonomi dan pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dikdik J Rachbini menilai pemerintah pusat dan daerah belum serius menangani persolaan tersebut hingga saat ini.
Menurutnya, Semarang yang kini menjadi langganan banjir rob harus segera diatasi agar para pengusaha tak lagi merugi akibat air pasang tersebut.
Baca juga : Gelar FMHI di Sukabumi, GBB Jaring Dukungan dari 16.000 Buruh untuk Ganjar
“Banjir di Semarang itu, ya, sampai sekarang belum teratasi, dan masih banyak kasus-kasusnya. Itu (banjir rob) tidak selesai, itu harus diselesaikan. Semarang itu kota yang bagus dan aman sejak zaman Belanda, jadi ya mau tidak mau pemerintah pusat dan daerah harus membereskan, tidak bisa tidak. Dan ya, (Semarang) menjadi pusat-pusat indutri setelah Karawang, Cikarang. Nah, banjirnya itu berat dan itu harus ditangani secara serius oleh pemerintah pusat dan daerah, itu mutlak,” ucap Dikdik kepada Media Indonesia, Minggu (7/5).
Lebih lanjut, Dikdik pun menekankan jika banyaknya perusahaan yang pindah akibat banjir rob di Semarang ini akan berdampak langsung kepada masyarakat.
Baca juga : Nyai dan Ning se-Jatim Sambut Meriah Kedatangan Ganjar di Surabaya
Menurutnya, industri-industri yang ada di Semarang bisa saja perlahan pindah dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, pemerintah baik pusat dan daerah harus segera dengan serius menangani masalah ini.
“Ini kan (banjir rob) karena perubahan iklim, dan ini harus ditangani secara serius, bukan hanya gubernur, bahkan presiden tanggung jawab sepenuhnya. Jadi itu harusnya diamankan, biar pengusaha aman, karena pengusaha bayar pajak, ia memberikan kesempatan kerja, dan yang memberi lapangan kerja bukan pemerintah. Pemerintah hanya mengambil pajaknya pengusaha, pajaknya rakyat,” tuturnya.
Dalam kasus ini, pemerintah daerah menjadi salah satu pihak yang dinilai harus bertanggung jawab. Namun, di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai sibuk usai diusung menjadi Bakal Calon Presiden (Bacapres).
Dikdik mengatakan, nantinya gubernur Jawa Tengah itu harus mengambil cuti panjang jika ingin fokus pada pemilihan presiden. Dia pun menegaskan jika wewenang mengelola pemerintahan daerah harus diserahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) atau wakil gubernur dan jajaran yang terkait.
“Itu kan ada sekdanya, ada deputi gubernur, ada wakilnya. Ya, pemerintah (daerah) harus membereskan. Yang kerja kan tidak hanya gubernur, tapi kan bawahannya banyak. Nanti menjelang pilpres, saya kira gubernurnya harus cuti panjang,” pungkasnya. (Z-5)
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Di HARRIS Sentul City Bogor, perusahaan dapat memanfaatkan lapangan luas yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas team building secara nyaman dan menyenangkan.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
PERUSAHAAN aset kripto Indodax menjalin kolaborasi dengan restoran cepat saji KFC Indonesia.
Harumanis Sinergi Utama meresmikan operasionalnya dan memperkenalkan ke publik sebagai salah satu promotor baru, konser diva
AI bukan sekadar implementasi teknologi baru, melainkan membutuhkan kesiapan mendasar mulai dari data, keamanan, jaringan, hingga SDM yang kompeten.
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved