Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 1.362 orang calon jemaah haji di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani vaksinasi meningitis. Pelaksanaannya dilakukan Dinas Kesehatan setempat selama dua hari sejak Selasa (2/5).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya, menegaskan vaksinasi meningitis wajib diikuti semua calon jemaah haji. Tujuannya untuk mengantisipasi potensi jemaah calon haji terkena radang selaput otak.
"Jadi kan kita berangkat haji itu bertemu dengan jemaah dari seluruh dunia. Kalau di sana ketika imunitas turun, maka akan mudah terserang berbagai penyakit. Salah satunya yang berbahaya itu meningitis," kata Frida saat memantau pelaksanaan pemberian vaksin meningitis di aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Rabu (3/5).
Baca juga: 43 Calon Jemaah Haji Terima Vaksin Meningitis
Frida menuturkan selain meningitis, petugas kesehatan juga mengecek kelengkapan dokumen vaksin covid-19. Bagi calon jemaah haji yang belum mendapat vaksin booster, Dinkes Kabupaten Cianjur menganjurkan jemaah calon haji segera mendapatkannya.
"Kami juga menganjurkan setiap jemaah calon haji mendapatkan vaksin lain, seperti halnya influenza. Kelengkapan vaksin akan di-entry ke sistem kesehatan haji," tuturnya.
Secara teknis, pelaksanaan pemberian vaksin meningitis dilakukan selama dua hari. Setiap hari rata-rata petugas melayani sebanyak 600-700 orang. "Kami mengerahkan sebanyak 25 orang petugas kesehatan dari dinkes dibantu puskesmas," terang Frida.
Baca juga: Stok Vaksin Meningitis Segera Dipenuhi
Selama pelaksanaan, sebut Frida, tidak ada kendala berarti. Kalaupun ada, biasanya jemaah calon haji terkendala tekanan darah tinggi. "Kalau kendala biasanya yang tensinya pada saat mau divaksin tensinya tinggi atau gula darah yang terlalu tinggi. Biasanya kami beri obat dulu, nanti bisa diulang dulu. Selanjutnya dianjurkan untuk tetap konsumsi obat. Kebanyakan kendalanya seperti itu," pungkasnya. (Z-6)
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
Upaya mensterilkan lahan eks TPA Pasirsembung akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Rute kereta api wisata Jaka Lalana diharapkan bisa memperkuat potensi penerimaan pendapatan daerah karena Cianjur akan menjadi destinasi para wisatawan.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved