Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen menjaga kelestarian bahasa dan sastra daerah.
"Karena itu, kami mengapresiasi dan mendukung semua pihak yang melakukan upaya berkaitan dengan perlindungan bahasa dan sastra daerah," ungkap Sekretaris Daerah Nuryakin, Kamis (9/3).
Dalam rapat koordinasi antara pemda dan pakar terkait perlindungan bahasa daerah, dia menambahkan Kalteng memiliki 27 bahasa dan ratusan dialek serta subdialek. Jumlah penuturnya masih sangat besar mencapai 2,7 juta jiwa, tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota.
"Karena itu, kita bersama harus berusaha semaksimal mungkin agar budaya dan bahasa kita, budaya dan bahasa Dayak tidak hilang. Harus terlindungi, terlestarikan agar lebih kuat dan bermanfaat," tambah Nuryakin.
Dia mengakui tanggung jawab pelestarian bahasa dan sastra daerah berada di pundak pemda. Pemerintah pusat menjadi fasilitator dan koordinator. (N-2)
BADAN Bahasa meminta pemerintahan daerah memiliki ruang strategis dalam rangka pelestarian bahasa daerah melalui program Revitalisasi Bahasa daerah (RBD).
KEPALA Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menilai peran bahasa daerah pada kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi hal yang positif untuk menarik minat belajar siswa.
Peringatan Kemerdekaan Ke-80 RI mengambil tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut sejalan dengan tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945.
FTBIN merupakan selebrasi berbahasa daerah oleh para pelajar yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah sejak tahun 2021.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tekanan dominasi bahasa-bahasa besar dunia, bahasa daerah menghadapi ancaman yang semakin konkret
Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved