Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN rusak dan kemacetan panjang di pantura Jawa Tengah mengakibatkan pengusaha jasa angkutan truk merugi, selain munculnya tambahan operasional, kerusakan armada juga keterlambatan waktu serta klaim pelanggan.
Pemantauan Media Indonesia Senin (6/3) kemacetan di jalur pantura Pati-Rembang masih tetap berlangsung hingga antrean kendaraan mengular capai 20 kilometer, bahkan berimbas ke jalur tengah Semarang-Blora yang kepadatannya meningkat hingga 100 persen dibanding biasanya.
Kerusakan di beberapa ruas jalan pantura dan jalur tengah Jawa Tengah masih terlihat, lubang hingga capai ratusan titik dengan diameter bervariasi 30-100 centimeter kedalaman 10-30 centimeter, perbaikan baik dengan penambalan hingga pengecoran juga berlangsung.
Akibat kemacetan dan kerusakan sudah berlangsung cukup lama ini, kerugian besar harus ditanggung tidak hanya oleh warga pengguna jalan umum, tetapi juga para pengusaha jasa angkutan barang, karena harus menanggung kerusakan kendaraan, keterlambatan perjalanan hingga klaim mitra kerja.
"Akibat kemacetan ini, perjalanan Pati-Rembang sepanjang 40 kilometer harus ditempuh enam jam, sehingga total dengan kerusakan Semarang-Surabaya alami keterlambatan hingga 24 jam," ujar Sukarno,40, sopir truk angkutan barang ditemui di Juwana, Pati.
Baca juga : Banjir Kudus Meluas Jalur Pantura dan Terminal Induk Kebanjiran
Pengusaha tambang pasir Ardiyanto,45, mengungkapkan, bahkan sejak adanya pembongkaran ini pengirim pasir untuk industeri di Semarang terhenti, karena biaya angkutan yang tinggi. "Ratusan pekerjaan operator di tambang maupun sopir menganggur karena usaha terhenti," tambahnya.
Kerugian paling dirasakan oleh pengusaha jasa angkutan barang, seperti diungkapkan Heru di Semarang, karena selain banyak order yang terhenti karena biaya meningkat harus menambah BBM dan uang makan, juga kerusakan kendaraan harus ditanggung para pengusaha.
"Setiap berangkat paling tidak harus menambah yang makan Rp150 ribu, belum lagi tambahan biaya operasional dan kerusakan, seperti kemarin AS roda patah dan ada truk punya teman tergolong karena terperosok ke lubang," katanya.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah Bambang Widjanarko mengatakan selain kerugian ditanggung oleh para pengusaha angkutan barang dan ekspedisi, banyak sopir truk yang resah karena mengalami kerugian akibat melintas di wilayah pantura Pati-Rembang.
Keresahan para sopir truk, lanjut Bambang Widjanarko, terutama kendaraan membawa muatan barang segar seperti sayuran, roti dan ikan karena banyak komplain dari mitra kerja akibat barang rusak atau mrmbusuk di jalan.
"Dampak kerusakan jalan dan kemacetan itu sangat besar, terutama pantura timur Jateng karena tidak ada jalan alternatif lain seperti tol, sedangkan melalui jalur lain kondisinya sama harus memutar jauh atau rusak," ungkapnya. (Z-4)
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Jasad korban ditemukan oleh petugas gabungan di Kali Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1) sore.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Perjalanan sejak pagi relatif lancar, namun kendala muncul saat memasuki wilayah Pekalongan akibat hujan lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved