Sabtu 25 Februari 2023, 17:15 WIB

Banjir masih Rendam Pekalongan, Proyek Pengendalian Selesai Oktober

Akhmad Safuan | Nusantara
Banjir masih Rendam Pekalongan, Proyek Pengendalian Selesai Oktober

Antara/Harviyan Perdana Putra.
Warga berjalan melewati banjir di Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (23/2/2023).

 

RATUSAN warga Pekalongan, Jawa Tengah, masih bertahan di pengungsian, karena banjir yang melanda kawasan itu tidak kunjung surut. Bahkan cuaca ekstrem yang terjadi membuat warga semakin khawatir.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (25/2), banjir melanda di belasan wilayah di Kabupaten dan Kota Pekalongan hingga saat ini masih cukup tinggi berkisar 50-100 sentimeter merendam ribuan rumah penduduk. Banjir terjadi sejak Kamis (23/2) disebabkan meluapnya beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kedua daerah itu, selain menyulitkan aktivitas warga kedua daerah juga menimbulkan gelombang pengungsian. "Masih ada ratusan warga bertahan di pengungsian karena banjir belum surut," kata Kepala BPBD Kota Pekalongan Aprilyanto Dwi Purnomo.

Petugas gabungan yakni TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga sejak pagi terus melakukan pembersihan dan pengangkatan sampah serta tanaman liar eceng gondok yang menutup aliran air di Sungai Bremi, Kota Pekalongan. 'Selain intensitas hujan yang tinggi, penyebab banjir yaitu aliran sungai tersumbat sampah dan eceng gondok, sehingga kita bersihkan," ujar Komandan Koramil 01/Pekalongan Barat Kapten Inf Abdul Mutholib.

Jumlah sampah dan eceng gondok menutup saluran air tersebut, ungkap Lurah Tirto Nur Imaniyah, cukup banyak sehingga memerlukan waktu dan tenaga cukup besar. "Sudah beberapa truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengangkut dan membuang sampah dan eceng gondok, tetapi tidak kunjung habis," tambahnya.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi banjir di daerah ini. Ditargetkan proyek sistem pengendali banjir dan rob di Kota Pekalongan selesai Oktober 2023.

Saat ini proyek untuk mengurangi dampak banjir dan rob di sejumlah wilayah di Kota Pekalongan, lanjut Achmad Afzan Arslan Djunaid, sebanyak tiga paket pekerjaan fisik telah mencapai lebih dari 60%. Salah satunya yakni kolam retensi, pembangunan
parapet, pekerjaan bendung gerak, dan pekerjaan regular gate untuk sistem Sungai Lodji.

Paket kedua yaitu kedua normalisasi Sungai Banger, pembangunan parapet, normalisasi Sungai Gabus, dan tanggul rob. Paket ketiga yakni pekerjaan pompa serta pekerjaan long storage Sibulanan sepanjang dua kilometer serta long storage Susukan dan Celumprit. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Kemenparekraf

Desa Wisata di Kawasan Danau Toba Mulai Kenali Potensi Daerah untuk Datangkan Wisatawan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 24 Maret 2023, 23:43 WIB
Para perwakilan desa wisata memaparkan rencana program pengembangan desa wisata yang terdiri dari program jangka pendek dan jangka panjang...
Dok. Krakatau Sarana Properti

Hotel di Cilegon Ini Manjakan Tamu dengan Bangun Panggung Musik Permanen area Outdoor

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 Maret 2023, 23:34 WIB
General Manager The Royale Krakatau Rury Ilham mengungkapkan, manajemen tengah menyiapkan panggung outdoor di area Surosowan yang akan...
MI/HO

Dorong Cinta Lingkungan, Srikandi Jabar Ajak Perempuan Rutin Jumat Bersih

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 Maret 2023, 23:26 WIB
SUKARELAWAN Srikandi Ganjar Jawa Barat menggelar kegiatan Jumat Bersih dengan menata dan membersihkan lingkungan di Desa Wangkelang, jalan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya