Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGGUGAH kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan atau mengolah sampah yang ada menjadi lebih bermanfaat tidaklah mudah. Ini yang dilakukan Kecamatan Sako, Palembang, Sumsel.
Sejak awal Januari 2023, Kecamatan Sako sudah merilis program My Darling. Camat Sako, Amiruddin Sandy mengatakan, Kecamatan Sako memiliki inovasi media layanan edukasi ramah sampah keliling yang kemudian disingkat My Darling.
"Kami melakukan edukasi ramah sampah door to door. Baik itu ke sekolah-sekolah, instansi, termasuk ke area perumahan di Kecamatan Sako. Kami memulai ini di awal Januari 2023, dan sampai saat ini aktif kami lakukan. Hampir setiap hari di jam kerja kami melakukan edukasi seperti
ini," kata dia, Kamis (23/2).
Ia mengatakan, pihaknya melakukan edukasi kepada warga hingga anak sekolah dengan memberikan informasi dan sosialiasi tentang bahaya sampah yang dibuang sembarangan. Dalam kegiatan itu juga, diberikan pelatihan pembuatan komposter, pupuk cair, ecoenzyme, dan pembuatan arang briket organik. "Kami menawarkan pilihan kepada mereka, dan setelah itu kami berikan edukasi," ucapnya.
Tak hanya pihak kecamatan, dalam kegiatan ini juga melibatkan semua unsur yang ada di Kecamatan Sako, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas, KUA dan sejumlah universitas yang ada di Kota Palembang. "Kami semua bekerja sama dan membagi ilmu untuk membantu mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kecamatan Sako," ucapnya.
Program ini juga melibatkan mahasiswa. Bulan ini, ada 715 mahasiswa Universitas Tridinanti yang sedang menjalani KKN di Kecamatan Sako.
"Mereka inilah yang membantu kami untuk memberikan edukasi mengenai permasalahan sampah. Namun mereka sebelumnya sudah dibekali pelatihan terlebih dulu oleh Dosen Pertanian dan penggiat lingkungan," jelas Amiruddin.
Lebih jauh, Amiruddin berharap dengan edukasi seperti ini warga Kecamatan Sako bisa mendapatkan ilmu bagaimana cara memanfaatkan sampah rumah tangga, melalui beberapa pola pengolahan sampah yang diajarkan.
"Dampak jangka panjangnya, kami ingin di 338 RT dan RW, 51 sekolah, kantor instansi di lingkungan Kecamatan Sako, akan memiliki instalasi pengolahan sampah rumah tangga sederhana. Dengan adanya instalasi pengolahan sampah di setiap rumah, sekolah, dan kantor, akan membantu mengurangi volume sampah sebanyak 53 persen setiap harinya dari total sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir," jelasnya.
Dijelaskan Amirrudin, Kecamatan Sako sekitar 6 hingga 7 ton sampah per hari diangkut ke TPSA. "Ketika berkurang 53 persen tentu sangat membantu dan tinggal bagaimana masyarakat konsisten memanfaatkan ilmu yang diberikan membuat pengelolaan sampah mandiri skala kecil,� ucapnya.
Ia berharap My Darling bisa lebih luas lagi diterapkan masyarakat bukan hanya di kecamatan Sako saja. 'Semoga mindset masyarakat berubah bahwa apa yang dimakan menjadi tanggung jawab apa yang disisakan. Jaga lingkungan karena yang merasakan dampaknya adalah kita. Semoga generasi kita kelak masih bisa merasakan udara yang bersih, lingkungan yang asri, pohon yang baik dan bagus," pungkasnya. (OL-15)
Tragedi bantargebang longsor kembali terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Insiden maut ini dinilai bukan sekadar kecelakaan teknis
Pemprov DKI lakukan stabilisasi zona timbunan di TPST Bantargebang pasca-longsor yang tewaskan 4 orang. Simak update operasional dan penanganan korban di sini.
PENGELOLAAN sampah di DKI Jakarta kembali menjadi perhatian publik.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Soundrenalin 2025 resmi mendarat di Palembang dan menghadirkan deretan musisi lintas genre yang memanaskan dua venue sekaligus, CGC One Citra Grand City dan Pinewoods Restaurant & Park.
Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Nadratuzzaman Hosen mengatakan, RSB Kota Palembang ini akan dibangun di atas tanah seluas 2378 meter².
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
Kreativesia bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah ekspresi dan kolaborasi.
Kreativesia tahun ini akan berlangsung di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada 14–18 Oktober 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved