SALAH satu pejabat Inspektorat Jenderal Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Itjen Kemendikbudristek) disebut saksi kasus suap penerimaan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) melalui jalur mandiri.
Hal itu diungkapkan saksi Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Lampung, Hero Satrian Arif dalam sidang kasus suap Unila atas terdakwa mantan Rektor Unila, Karomani, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik nonaktif Heryandi, dan Ketua Senat non aktif Muhammad Basri, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis (9/2).
Hero mengungkapkan hal itu menjawab pertanyaan jaksa terkait keterlibatan dirinya dalam menitipkan calon mahasiswa di Unila. Ia mengaku pernah menitipkan satu calon mahasiswa. "Pak Zainal, orang Irjen Kemdikbud, dia WhatsApp ke saya minta bantu tolong keponakannya dari Bandar Lampung," kata Hero.
Ia mengaku calon mahasiswa itu dititipkan melalui sekretaris terdakwa Heryandi dengan meneruskan WA yang diterimanya. Ketika jaksa menyebut nama calon mahasiswa Nauval, Hero mengutarakan, "Saya lupa Pak, saya cuma meneruskan saja WA itu," jelasnya
Mendengar keterangan saksi tersebut, Ketua Majelis Hakim Lingga Setiawan sempat menyinggung motif saksi Hero menitipkan mahasiswa kepada terdakwa Heryandi. "Karena beliau Warek I (satu)," jawab Hero.
Selain itu, jaksa menanyakan kepada Hero terkait dua anaknya yang masuk Fakultas Kedokteran Unila. Hero menjelaskan jika kedua anaknya masuk di Fakultas Kedokteran Unila pada 2018 dan 2019.
"Anak kandung saya yang pertama masuk 2018 di Fakultas Kedokteran Unila, saat itu saya masih menjabat Kabag TU Fakultas Kedokteran. Anak kandung yang kedua juga masuk di Fakultas Kedokteran Unila pada 2019," kata Hero yang membantah dua anaknya masuk Unila karena titipan.