Selasa 24 Januari 2023, 18:42 WIB

Guru Besar IPB: Banjir Di Jateng Berpotensi Sebabkan Gagal Panen Beras

Despian Nurhidayat | Nusantara
Guru Besar IPB: Banjir Di Jateng Berpotensi Sebabkan Gagal Panen Beras

ANTARA FOTO/Aji Styawa
Ilustrasi: gagal panen.

 

Masyarakat Jawa Tengah saat ini masih memiliki kewaspadaan karena banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Terlebih, adanya potensi cuaca ekstrem juga menyebabkan banjir dapat terjadi sewaktu-waktu. Hal ini juga tentu akan berpengaruh kepada hasil panen para petani di Jateng.

Guru Besar IPB University Hermanto Siregar mengatakan bahwa jika banjir melanda area persawahan petani, hal ini akan menyebabkan potensi terjadinya gagal panen.

"Pada prinsipnya kalau tanaman padi terendam air dalam beberapa waktu bisa menjadi puso atau gagal panen. Jadi bila tanaman tersebut banyak yang terendam, maka cukup mempengaruhi hasil panen yang diperoleh petani. Bila cuaca ekstrem di Jateng misalnya berlangsung sekitar sebulan, bisa mempengaruhi luas panen dan produksi gabah provinsi tersebut," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (24/1).

Lebih lanjut, banjir di area persawahan juga dikatakan akan mempengaruhi masa panen Jateng. Terlebih, pada Februari 2023 diprediksi akan memasuki masa panen raya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sendiri memproyeksikan bahwa produksi beras pada bulan depan akan mencapai 4,32 juta ton, sementara konsumsi hanya mencapai 2,51 juta ton. Dari data tersebut, diperkirakan surplus beras akan mencapai 1,81 juta ton.

Jika banjir ini masih terus berlangsung khususnya pada masa panen raya, bukan tidak mungkin bahwa produksi beras nasional juga akan terganggu. Jateng sendiri merupakan provinsi penghasil beras nomor 2 di Indonesia. Tentu gagal panen di Jateng akan sangat berpengaruh pada total produksi beras di Indonesia.

Hermanto menegaskan, saat ini Indonesia hanya dapat berharap produksi beras di daerah lainnya berlebih sehingga jika gagal panen di Jateng terjadi akibat banjir, maka produksi beras nasional tidak akan terganggu.

"Jika misalnya di Sumatra dan Sulawesi produksi gabah di waktu yang sama (ketika gagal panen terjadi di Jateng) meningkat, mudah-mudahan produksi gabah nasional tidak banyak terpengaruh," pungkas Hermanto. (OL-12)

Baca Juga

DOK MI

Polisi Periksa Delapan Saksi Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Balita Di NTT

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:29 WIB
POLRES Manggarai Timur, NTT telah meminta keterangan delapan orang saksi terkait laporan dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang...
Dok MI

Marudut Peringatkan Jangan Sebar Isu Hoaks Kasus Hanifah Husein

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:47 WIB
Marudut menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan MAKI tidak memiliki cabang di Sumatera...
MI/Benny Bastiandy

Angin Kencang Terjang Cianjur, Pohon-Pohon Tumbang

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:11 WIB
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, diterjang angin kencang, Sabtu (4/1) pagi. Di sejumlah wilayah dilaporkan terjadi pohon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya