Minggu 22 Januari 2023, 22:10 WIB

Pemprov Sumut Klaim Jumlah Warga Miskin Menurun

Yoseph Pencawan | Nusantara
Pemprov Sumut Klaim Jumlah Warga Miskin Menurun

DOK MI
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengklaim lebih dari 6.000 penduduk keluar dari hitungan angka kemiskinan karena keberhasilan program-program pengendalian inflasi. Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait mengatakan, pemprov telah berhasil menekan angka kemiskinan di wilayahnya.

"Jumlah penduduk miskin di Sumut berkurang sekitar 6.100 jiwa," ujarnya, Minggu (22/1).

Dia menjelaskan, angka kemiskinan di Sumut mengalami penurunan sebesar 0,09 poin, dari 8,42% pada Maret 2022 menjadi 8,33% pada September 2022. Angka itu setara dengan 1,26 juta jiwa, atau berkurang sekitar 6.100 jiwa.

Selain itu, Indeks Keparahan Kemiskinan juga mengalami penurunan. Itu artinya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin atau penyebaran pengeluaran semakin lebih baik.

Menurut dia faktor utama yang membuat angka kemiskinan di Sumut mengalami penurunan adalah keberhasilan pemprov mengeluarkan beberapa kebijakan pengendalian inflasi. Dengan kebijakan-kebijakan tersebut laju inflasi dapat dikendalikan di angka 6,12% hingga Desember 2022. Inflasi sempat terkerek 1% akibat kenaikan harga BBM pada September.

Namun pada bulan berikutnya Pemprov dapat menahan laju inflasi dengan memberi beberapa bantuan sosial. Diantaranya bantuan langsung tunai,
bantuan sembako serta intervensi program di sektor rill. "Berupa bantuan kepada petani, nelayan dan UMKM, seperti pemberian bibit dan peralatan," imbuhnya.

Pemprov juga bekerja sama dengan Bulog dan distributor pangan melaksanakan operasi pasar dan pasar murah, terutama untuk komoditas beras. Faktor lain yang mengurangi angka kemiskinan, lanjut dia, adalah
pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2022. Pada periode itu ekonomi Sumut tumbuh 4,97%, sedangkan pada triwulan sebelumnya hanya tumbuh 3,95%.

Menurut Naslindo, pada 2023, Pemprov Sumut akan lebih fokus menangani kemiskinan ekstrem. Melalui anggaran di setiap OPD, akan dilakukan berbagai program seperti perbaikan rumah dan sanitasi untuk lansia dan masyarakat pesisir serta pemberian beasiswa kepada mahasiswa.

Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, Pemprov Sumut tidak boleh lalai dengan capaian itu. Terlebih karena adanya indikasi yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat miskin di Sumut mengalami penurunan.

Hal itu dapat dilihat dari indeks kedalamam kemiskinan yang naik dari 1,365 (Maret 2022) menjadi 1,411 (September 2022). Angka itu berkemungkinan mengindikasikan pengeluaran masyarakat miskin semakin tertinggal dari garis kemiskinannya.

"Bisa jadi juga mengartikan, pendapatan penduduk miskin tidak mengalami kenaikan, atau justru mengalami penurunan, tetapi biaya hidup terus merangkak naik karena inflasi," terang Gunawan. (OL-15)

Baca Juga

Dok Dompet Dhuafa

Program Hunian Sementara Penyintas Gempa Cianjur Dikebut

👤Media Indonesia 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:50 WIB
PROGRAM hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat terus...
MI/Amiruddin AR

263 Ha Lahan Perkebunan di Aceh Utara Terendam Banjir

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:40 WIB
Dari 263 hektare perkebunan terendam banjir tersebut di antaranya 193 ha tanaman sawit, 53 ha perkebunan kako, dan 17 ha perkebunan...
ANTARA/Asep Fathulrahman

Ritual Kawalu, Perkampungan Badui Dalam Tertutup bagi Wisatawan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:30 WIB
Pelaksanaan Kawalu itu mulai diberlakukan, Selasa (24/1), hingga Kawalu tiga pada 24 April...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya