Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT Pembuat Komitmen (PPK) rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan pembangunan bisa selesai seluruhnya dalam waktu dua tahun. Karena itu, berbagai potensi pemasalahan terus diminimalkan.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Cianjur, Nurzein, menyebut jika berbagai tahap berjalan lancar, ia memastikan waktu dua tahun cukup untuk menyelesaikan pembangunan kembali rumah rusak. Terlebih, sebutnya, ada keterlibatan pihak ketiga yang membantu proses pembangunan kembali rumah rusak.
"Saya sebagai PPK targetnya mudah-mudahan dua tahun selesai. Inginnya seperti itu," kata Nurzein yang juga PPK rehabilitasi dan rekonstruksi, Selasa (10/1).
Namun, kata Nurzein, target itu bisa tercapai seandainya tidak terkendala dengan berbagai hal. BNPB sendiri menargetkan pembangunan kembali rumah rusak bisa selesai maksimal dalam waktu 3 tahun.
"Target itu untuk semua kategori rumah rusak, baik ringan, sedang, maupun berat. Kalau dari BNPB maksimal targetnya tiga tahun. Tapi mudah-mudahan kalau semuanya berjalan lancar, terus aplikatornya bisa bekerja dengan cepat, dua tahun bisa beres," tegasnya.
Seperti diketahui, bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Cianjur untuk kategori ringan sebesar Rp15 juta, sedang Rp30 juta, dan berat Rp60 juta. Skema bantuan stimulan dilakukan secara bertahap.
Pada tahap pertama akan dicairkan terlebih dulu sebesar 40%. Sisanya 60% bisa dicairkan ketika masyarakat sudah menyelesaikan perbaikan rumah 100%.
Untuk membantu masyarakat menyelesaikan perbaikan rumah, Nurzein mengharapkan kerja sama, salah satunya dari para pengusaha material memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kalau material, saya hanya mengimbau kepada seluruh pengusaha material untuk membantu yang 60% itu. Mudah-mudahan masyarakat bisa ambil dululah barangnya. Jelas jaminannya juga ada di buku tabungan," ungkapnya.
Nurzein juga mengimbau kepada para pengusaha material tidak memanfaatkan kesempatan dan kesempitan. Artinya, ketika saat ini permintaan bahan material tinggi, para pengusaha material menaikkan harga.
"Saya sudah menekankan kepada pengusaha material, jangan sampai ketika ada demand-nya tinggi, permintaan tinggi, naikin harga seenaknya. Saya enggak mau seperti itu. Tapi kata para pengusaha (material), mereka juga ingin membantu masyarakat Cianjur," pungkas Nurzein. (OL-15)
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
Ramp check kendaraan angkutan umum dan barang dipusatkan di kawasan Terminal Pasirhayam, Selasa (10/2). Tim juga melakukan tes urine serta memeriksa kondisi kesehatan para pengemudi.
Pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu instrumen yang berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
KUOTA haji tahun ini di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkurang dratis jika dibandingkan dengan sebelumnya.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
OTT ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, malam. KPK menyita ratusan juta atas penangkapan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved