Jumat 06 Januari 2023, 15:52 WIB

Masyarakat di Flotim Keluhkan Kebun yang Rusak Parah Akibat Angin Kencang

Fransiskus Gerardus Molo | Nusantara
Masyarakat di Flotim Keluhkan Kebun yang Rusak Parah Akibat Angin Kencang

Metrotv/Fransiskus Gerardus Molo
Maria Solot Kelen, 34, sedang menjajakan sayuran di Pasar Inpres Larantuka, Flores Timur, NTT.

 

CUACA ekstrem hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) selama kurang lebih sepekan terahir tidak hanya merusak rumah warga namun juga menghancurkan sektor perkebunan. Banyak tanaman perkebunan milik warga, seperti sayuran dan tumbuhan lainnya,  mengalami kerusakan.

Hal itu disampaikan Maria Solot Kelen, 34, warga Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur di Pasar Inpres Larantuka. 

Ia mengatakan tananam di perkebunannya, seperti sayuran dan buah, mengalami kerusakan akibat angin kencang.

Baca juga: Kodim 1624/Flotim Bersihkan Rumah Warga yang Rusak Akibat Angin Kencang

"Sayur kangkung, sawi, terong, dan beberapa jenis sayuran lainnya yang saya tanam di kebun rusak parah, pak," ujarnya ketika disambangi awak media di lapak jualannya, Jumat (6/1).

Selain itu, Maria mengungkapkan puluhan pohon pisang dan pohon pepaya di kebun miliknya juga patah akibat angin kencang. 

"Sekitar 30-an pohon pisang dan 20 pohon pepaya juga patah gara-gara angin kencang kemarin itu," Tambah perempuan yang kerap disapa Nona Hewen tersebut.

Hasil kebunnya tersebut nantinya akan dijual di pasar untuk membiayai sekolah anak perempuan semata wayangnya, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Pulau Jawa.

"Hasil kebun itu nanti saya jual di sini (pasar) untuk biaya anak perempuan saya satu satunya yang sedang kuliah di salah satu universitas di Surabaya," kata Maria.

Menurutnya, besar kerugian yang ia alami mencapai belasan juta rupiah.

"Kalau sayur-sayur yang rusak ditambah dengan pisang dan pepaya yang patah bisa mencapai 15 jutaan juga". Katanya lagi.

Maria menambahkan, hingga saat ini, belum ada pendataan dari pemerintah desa terkait kerusakan di sektor perkebunan.

"Belum ada pemberitahuan dari desa. Kalau melapor, kami tidak tahu mau lapor kemana," keluh Maria.

Oleh karena itu, dirinya berharap Pemdes setempat maupun Pemda Flotim bergerak cepat mendata warga yang kebunnya mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

"Kami punya penghasilan dari kebun, hasil kebun kami  hancur gara-gara angin kencang kemarin. Kami mau hidup pake apa lagi? Terus biaya anak sekolah pake apa lagi?" tanya Maria.

"Pemerintah jangan hanya fokus pada rumah warga yang rusak, warga yang sengnya hanya tercopot sedikit di data terus kami yang kebun hancur dibiarkan," kecamnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok Dompet Dhuafa

Program Hunian Sementara Penyintas Gempa Cianjur Dikebut

👤Media Indonesia 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:50 WIB
PROGRAM hunian sementara (huntara) bagi penyintas gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat terus...
MI/Amiruddin AR

263 Ha Lahan Perkebunan di Aceh Utara Terendam Banjir

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:40 WIB
Dari 263 hektare perkebunan terendam banjir tersebut di antaranya 193 ha tanaman sawit, 53 ha perkebunan kako, dan 17 ha perkebunan...
ANTARA/Asep Fathulrahman

Ritual Kawalu, Perkampungan Badui Dalam Tertutup bagi Wisatawan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:30 WIB
Pelaksanaan Kawalu itu mulai diberlakukan, Selasa (24/1), hingga Kawalu tiga pada 24 April...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya