Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS pembunuhan anak terhadap ibu kandungnya sendiri di Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (25/12) kemarin, akhirnya diungkap polisi dengan membongkar motif pelaku.
Pelaku berinisial AB, 32, disebut kesal karena sering dimarahi korban yakni UK, 52, sehingga tegas menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.
Kapolres Kudus AKB Wiraga Dimas Tama kepada mediaindonesia.com mengatakan, pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri dari pengakuan awal pelaku, disebabkan adanya cekcok antara pelaku dan korban.
Kemudian, karena jengkel dimarah-marahi oleh korban, pelaku gelap mata membenturkan kepala korban ke lantai keramik berulang kali hingga korban tersungkur jatuh.
"Jadi motifnya adalah pelaku merasa jengkel selalu dimarahi oleh korban," kata Kapolres di Kudus, Selasa (27/12).
Saat ditemukan warga dan polisi, kepala korban bagian belakang tampak mengalami luka memar saat tergeletak di lantai dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Baca juga: Kesal Sering Dimarahi, Seorang Anak Bunuh Ibu Kandung
Selanjutnya, lanjut Wiraga, pelaku mengambil pisau dapur dan menyayat pergelangan tangan sebelah kiri sebagai alibi kematian korban akibat bunuh diri.
Meski motif awal sudah diketahui, pihak Polres Kudus masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap kematian ibu di tangan anak kandungnya sendiri.
"Rencana kasus ini akan kita gelar besok (Rabu, 28/12)," terangnya.
Saat ini, pelaku dan barang bukti berupa satu bilah pisau dapur, 1 unit HP milik korban serta pakaian telah diamankan di Satreskrim Polres Kudus.
Diberitakan sebelumnya, Minggu (25/12) malam, warga Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kudus, digegerkan atas temuan mayat wanita di dalam kamar.
Sempat dikira meninggal karena bunuh diri, namun setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut Polres Kudus menemukan kejanggalan dan kematian tersebut murni pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya. (OL-16)
Pasar Dandangan berlangsung selama 10 hari jelang Ramadan menjadi sarana penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyesalkan maraknya tawuran sarung selama Ramadan dan meminta penanganan ramah anak melalui disiplin positif.
POLDA Jateng melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil membongkar sindikat penadah sepeda motor bodong skala besar yang melibatkan jaringan antarprovinsi.
Setelah ambruknya dua banguna ambru, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan atasan, termasuk Dinas Pendidikan Wilayah XII, dan kepala sekolah sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. Dalam waktu dekat, sebanyak 308 GPM akan digelar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng).
Akibat kejadian itu, para korban langsung dievakuasi ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved