Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOPI merupakan minuman yang tak lekang oleh zaman, mengakar dalam kebudayaan, kehidupan sehari-hari.
Minuman yang selalu hadir, di lepau-lepau bahkan di kafe-kafe, kopi hadir dengan ragam varian, cara penyeduhan, pengolahan pasca panen. Filosofi kopi merawatnya dalam setiap regukan penikmatnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Festival Keragaman Kopi yang dimulai Sabtu (10/12) dan ditutup Selasa (13/12) di Agamjua Art and Culture Cafe, Payakumbuh.
Festival Keragaman Kopi ini diikuti oleh berbagai peserta yang tersebar di Sumatera Barat.
Dalam keterangan pers, Selasa (13/12), Ketua DPRD Sumbar, Supardi, mengatakan,“Kopi ikut mengubah sejarah Minangkabau. Dari kopi, perekonomian penduduk sebelum kolonial membaik."
"Para alim ulama berkali naik haji karena perkebunan kopi hampir tumbuh di setiap sudut Sumatera Barat,” kata Supardi.
Baca juga: Evani Jesslyn Berbagi Cerita Tentang Kekayaan dan Keistimewaan Kopi Nusantara
Hal senada ditulis oleh pakar sejarah dari Universitas Andalas, Prof. Gusti Asnan bahwa Kopi telah tumbuh subur sebelum Belanda datang ke pedalaman Minangkabau.
Masyarakat Minang sendiri baru menyadari bahwa biji kopi ini bernilai tinggi di akhir abad ke-18, sejak saudagar Amerika datang membeli biji kopi.
Di Minangkabau sistem tanam paksa kopi mulai diberlakukan sejak sekitar tahun 1834, pemerintah Hindia Belanda Memulai usahanya untuk mendapatkan kopi Minangkabau dengan menggunakan Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dan konsep ‘harga terlindung’.
Karena wilayah Minangkabau belum ditaklukkan seutuhnya, usaha ini gagal pada tahun 1839 (Christine Dobbin dalam Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Padri; Minangkabau 1784-1847). Sistem ini baru efektif berjalan pada tahun 1847 pasca perang Padri.
Selama festival berlangsung, rangkaian kegiatan antar lain lomba uji coba cita rasa, pameran kopi, kuliner, dan kerajinan serta talkshow.
Minggu hari kedua, Lomba Uji Coba Cita Rasa, seduhan Arabika yang diikuti oleh 22 peserta, dari Padang, Pasaman, Bukittinggi, Agam, Tanah Datar, Sijunjung, Payakumbuh, dilanjutkan pada hari berikutnya, Senin tanggal 12 Lomba Cita Rasa Arabika. Di mana ketangkasan peserta untuk meracik cita rasa yang khas ditantang.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Sumbar Asben Hendri mengatakan,“Untuk Lomba Uji Coba, Disperindag menyediakan ratusan stan bagi peserta dan seratus lebih barista muda akan mengikuti lomba ini.”
Ia menjelaskan penyelenggara menyiapkan hadiah sebesar puluhan juta untuk pemenang I, II, dan III, juga disediakan mesin kopi bagi masing-masing pemenang. Juri yang dihadirkan merupakan seorang yang profesional.
Sebelumnya, pada 4-7 Desember Festival Keberagaman Kopi memberikan workshop Barista. Kegiatan berlangsung di Hotel Mangkuto. Yang diikuti para barista pemula untuk mendalami ilmu dan teknik meramu kopi, dari beberapa instruktur.
“Meramu kopi, apalagi biji kopi Robusta lebih dominan di daerah kita, lebih populer varian kopi ini, di Payakumbuh. Akan tetapi kadar kafein lebih tinggi, makanya banyak varian ini dimixkan dengan susu, gula," kata Yoga Pratama, seorang peserta workshop Barista.
"Sementara Arabika, biji kopi yang subur di ketinggian 800 mdpl lebih, kadar asamnya lebih tinggi. Biasanya dimix dengan 70/30 ada juga 50/50 antara Robusta dan Arabika. Tergantung selera, juga tergantung lepaunya, mencari pelanggan,” ucap Yoga.
“Dalam Festival Keberagaman Kopi, kita banyak mendapat, baik pengetahuan juga jejaring,” tambah Anggun, satu-satunya barista perempuan.
“Saya suka dengan adanya Festival Keberagaman Kopi ini, rasa penasaran saya terobati, di samping itu pengetahuan akan kopi, bertambah. Apalagi ragam kopi lokal, saya jadi mengetahui jenis, variannya,” ucap David, pengunjung dan penikmat kopi.
Pada Selasa (13/12), pukul 10 pagi, Festival Keberagaman Kopi, ditutup dengan beberapa demo dari para barista yang akan menguarkan ragam aroma kopi Sumatera Barat, baik aroma lokal maupun aroma yang telah dimodifikasi.
Tidak luput, pemenang Uji Coba Cita Rasa diumumkan dengan keriuhan mesin-mesin kopi.
“Ada beberapa kendala dalam merosting kopi, bagi peserta, bisa saja disebabkan oleh musim, durasi penjemuran, pemisahan biji hitam yang tidak telaten, sehingga mengakibatkan cita rasa terganggu," kata Allan Arthur salah seorang juri, saat pengumuman pemenang.
"Permasalahan seperti ini yang semestinya kita entaskan dari hulu hingga ke muara. Bagaimana proses kopi bekerja sesuai standar yang ada,” tambah Allan.
“Dengan adanya ivent-ivent seperti ini, kita sebagai pelaku, bisa terus bersenergi dengan petani lokal, bersama berkembang, menikmati proses, melalui kendala yang ada, baik dari hulu maupun muara, seperti kopi yang selalu diseduh dengan sepenuh hati," ungkap Mukhtar Dahari Pemenang Kategori Arabika, juga owner Kopi Minang Singgalang.
"Dan semakin menyakini bahwa kopi kita akan mendapat tempat di Nusantara bahkan dunia” kata Mukhtar. (RO/OL-09)
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Sejumlah provinsi telah mengirimkan relawan kemanusiaan, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sigit berharap dengan adanya gotong royong polisi dan warga ini, anak-anak bisa segera kembali ke kursi sekolah.
Pramono mengatakan perayaan akan digelar di delapan titik bersama Forkopimda, dengan pusat kegiatan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Pemulihan pascabencana dapat berjalan karena kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan disebut saling bahu-membahu.
Kompetisi Barista Champ 2024 yang berlangsung di Talent Korner Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) terus berlanjut.
DIREKTUR Pemberitaan Media Indonesia (MI) Abdul Kohar didampingi Direktur Pengembangan Bisnis MI Benhart Rotinsulu berkunjung ke Gedung Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten,
HENTAKAN drum dan petikan kilat gitar ala komunitas punk/rock n roll Jakarta era 1990 an menggema di Festival Kopi Nusantara. The Ayayay membawakan lagu berjudul Melaju di Kecepatan Tinggi.
BELASAN pegiat kopi beradu skill menciptakan kopi tubruk terbaik dalam kompetisi bertajuk Tarung Tubruk di hari terakhir rangkaian Festival Kopi Media Indonesia, Sabtu (3/2).
FESTIVAL Kopi Nusantara yang merupakan rangkaian acara dari ulang tahun Media Indonesia. Magys Coffee menyediakan 21 saset kopi dari Sabang sampai Merauke.
ACARA tahunan Festival Kopi Nusantara Media Indonesia sukses digelar selama tiga hari pada 1-3 Februari 2024 di Kompleks Media Group Network, Kedoya, Jakarta Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved