Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT hujan dengan intensitas lebat terjadi, sejumlah daerah di Kota Palembang, Sumsel, kerap kali terendam banjir. Sama seperti yang terjadi belum lama ini di Palembang. Hujan yang terjadi akhir pekan lalu menyebabkan sejumlah daerah terendam banjir.
Mengenai hal itu, Pemerintah Kota Palembang mengklaim sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan seperti menyediakan pompanisasi hingga menurunkan tim satgas pengendali banjir.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa menyebutkan bahwa banjir di Kota Palembang lantaran kurangnya kolam retensi yang sesungguhnya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi banjir dalam waktu jangka panjang.
"Berdasarkan kajian kami bahwa Kota Palembang ini idealnya memiliki 20 kolam retensi, karena saat ini yang ada saat ini baru tujuh unit yang dinilai belum mampu mengendalikan genangan air atau banjir jika terjadi hujan lebat," kata Ratu Dewa, Senin (12/12).
Ia menerangkan kolam retensi ini dinilai efektif untuk mengatasi banjir dalam jangka panjang karena fungsinya sebagai pengganti lahan resapan yang banyak beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman dan perkantoran serta penyebab lainnya. Untuk penambahan kolam retensi terus diupayakan Pemerintah Kota Palembang dengan menyesuaikan anggaran sehingga banjir yang kerap menjadi permasalahan pada di kota ini segera terselesaikan.
Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Palembang Marlina Sylvia mengatakan penyebab banjir di Kota Palembang bukan hanya akibat curah hujan yang tinggi tetapi terjadinya penyempitan dan bangunan liar pada saluran drainase.
"Karenanya kami mengimbau masyarakat untuk tidak menutup dan juga mendirikan bangunan pada saluran drainase dan tidak membuang sampah di anak-anak sungai," ucapnya. Sementara
itu, seringnya Kota Palembang menjadi langganan banjir disaat hujan turun membuat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel menilai pemerintah tak serius. Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumsel Yuliusman, mengatakan banjir yang terjadi akibat guyuran hujan deras, menjadi fakta baru bahwa Pemkot Palembang masih belum memperhatikan kondisi tata ruang kota yang semakin semrawut.
"Kondisi tata ruang kota semakin hari semakin semrawut sehingga tidak adanya keseimbangan antara daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup," katanya. (OL-15)
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (2008-2018) meninggal dunia di Jakarta. Simak perjalanan dan warisan pembangunannya bagi Bumi Sriwijaya.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved