Jumat 09 Desember 2022, 16:38 WIB

Makna Filosofi 7 Sumber Mata Air pada Siraman Kaesang-Erina

Narendra Wisnu Karisma (SB) | Nusantara
Makna Filosofi 7 Sumber Mata Air pada Siraman Kaesang-Erina

MGN/Narendra
Makna Filosofi 7 Sumber Mata Air pada Siraman Kaesang-Erina

 

USAI prosesi sungkeman, Erina Sofia Gudono kemudian melakukan siraman. Prosesi ini diketahui menggunakan tujuh sumber mata air yang berbeda. 

Menurut Budayawan Mufti Raharjo, filosofi penggunaan 7 sumber mata air ialah agar kehidupan rumah tangga selalu dalam pertolongan, berkah, serta kesejahteraan dari Tuhan dan masyarakat.

Baca juga: NasDem: Rakyat Tolikara Solid Dukung Anies Jadi Presiden 

"Tujuh itu dalam bahasa Jawa pitu, yang memiliki makna kedua mempelai dalam membina rumah tangga nantinya selalu mendapatkan 'pitulungan' atau pertolongan, berkah dan kesejahteraan dari Gusti Allah dan dari siapapun," ucap Budayawan Mufti Raharjo, Jumat (9/12/2022).

Air siraman ini diambil dari 7 sumber. Di antaranya Kraton Yogyakarta, Pura Pakualaman, Pura Mangkunegaran, Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, dan air zamzam dari Mekkah.

"Di dalam budaya Jawa tidak hanya airnya, tetapi sumber mata airnya ini berasal dari tirto wening atau air bersih yang bertuah. Jadi tidak diambil dari sembarang mata air," terang Mufti.

Menurutnya, tirto wening dalam filosofi akar peradaban budaya Jawa dimaknai sebagai air yang memberikan nilai-nilai tambah bagi kehidupan.

"Air bahasa Jawanya tirto atau toyo, memiliki makna sumber kehidupan. Tirto wening atau air bersih itu akan memberi manfaat yang lebih bagi siapapun yang mendapatkannya," imbuhnya. 

Prosesi siraman dilakukan di kediaman Erina Dusun Purwosari, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (9/12/2022). Ibunda Erina, Sofiatun Gudono mengawali siraman. 

Usai Sofiatun Gudono, siraman dilanjutkan oleh permaisuri Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dan istri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu (KGBRAy) Paku Alam X. 

Baca juga: Pengungsi Gempa Cianjur Tagih Janji Bantuan Pemerintah

Sementara itu di kediaman mempelai pria, Presiden Jokowi, Kaesang dan keluarga menggelar prosesi siraman di Kediaman Sumber, Banjarsari, Jawa Tengah. Dalam prosesi itu, Kaesang sungkeman kepada Presiden Jokowi dan keluarga.

Selanjutnya Presiden Jokowi memasangkan bleketepe atau anyaman daun kelapa didampingi Ibu Negara. Setelah itu, Presiden Jokowi memasang tuwuhan di kediaman mempelai. Ini menandakan dimulainya prosesi pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. (Ren/A-3)

Baca Juga

dok.Humas PPP

DPW PPP Jatim Targetkan 11 Kursi Legislatif di Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 10:10 WIB
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) terus tancap gas jelang perhelatan Pemilu 2024. Salah satunya dengan melakukan bedah dapil dan optimis...
dok.papdesi

Di Rakerda, DPD PAPDESI Sumut Berkomitmen Sejahterakan Masyarakat Desa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:54 WIB
SALAH satu tujuan rakerda ini adalah untuk menyatukan sinergi para kepala desa di Sumatera Utara guna menjalankan misi menyejahterakan...
dok.Pemprov Jateng

Dorong Desa Wisata Jadi Magnet Lapangan Kerja, Ganjar Gelontorkan Stimulan

👤Haryanto 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:36 WIB
MENGOPTIMALKAN sektor pariwisata pascapandemi Covid-19, oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijadikan ujung tombak untuk pemulihan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya