Kamis 01 Desember 2022, 17:36 WIB

Terdata 317 Hektare Sawah Rusak Terdampak Gempa Cianjur

Benny Bastiandy | Nusantara
Terdata 317 Hektare Sawah Rusak Terdampak Gempa Cianjur

ANTARA/Novrian Arbi
Warga penyintas gempa Cianjur membersihkan lahan pertanian di Sarampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (30/11).

 

AREAL sawah terdampak gempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11), seluas 317 hektare. Paling banyak areal sawah terdampak berada di Kecamatan Cugenang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, menuturkan gempa tektonik yang getarannya cukup dahsyat tak luput menerjang areal sawah. Hasil pendataan, terdapat seluas 317 ha areal sawah yang ikut terdampak.

"Hasil pendataan, dari 317 ha, lahan sawah yang rusak berat 79 ha, 88 ha rusak sedang, dan 150 ha rusak ringan," kata Dandan, Kamis (1/12).

Lokasi areal sawah yang rusak berat berada di Kecamatan Cianjur seluas 5 ha dan di Kecamatan Cugenang seluas 74 ha. Di Kecamatan Cianjur lahan sawah yang rusak berada di Desa Nagrak.

Sedangkan di Kecamatan Cugenang berada di Desa Gasol seluas 18 ha, di Desa Cijedil seluas 50 ha, di Desa Talaga seluas 4 ha, dan di Desa Padaluyu seluas 2 ha.

Sementara lahan sawah yang rusak sedang seluruhnya berada di Kecamatan Cugenang. Lokasinya tersebar di Desa Gasol seluas 25 ha, Desa Cijedil seluas 20 ha, Desa Sukajaya 10 ha, Desa Padaluyu 23 ha, dan Desa Cibulakan 10 ha.

Sedangkan lahan sawah yang rusak ringan berada di Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur seluas 145 ha dan di Desa Sukajaya Kecamatan Cugenang seluas 5 ha.


Baca juga: Bangunan Rumah di Lahan Relokasi Gempa Cianjur Berkonsep Tahan Gempa


Selain sawah, terdapat juga infrastruktur irigasi yang juga terdampak. Total luasan jaringan irigasi yang kondisinya rusak terdata 205 meter
dengan rincian 100 m rusak berat dan 105 m rusak sedang.

Irigasi yang kondisinya di Kecamatan Cianjur berada di Desa Nagrak dengan rincian rusak berat sekitar 50 m dan rusak sedang 50 m. Sementara di Kecamatan Cugenang, irigasi yang rusak berat berada di Desa Cijedil sekitar 50 m serta rusak sedang di Desa Gasol sekitar 15 m dan di Desa Talaga sekitar 10 m.

Sedangkan di Kecamatan Mande kondisi irigasi yang rusak sedang seluas 30 m berada di Desa Mekarjaya.

"Terdapat juga bangunan air seperti damparit atau embung lainnya yang juga ikut terdampak," sebut Dandan.

Di Kecamatan Cianjur terdapat 1 unit bangunan air yang rusak berat di Desa Nagrak. Sedangkan yang rusak sedang terdapat 1 unit di Desa Mekarsari.

Sementara bangunan air yang kondisinya rusak ringan di Kecamatan Cugenang berada di Desa Padaluyu sebanyak 1 unit dan di Desa Cibulakan sebanyak 1 unit. Terdapat juga 3 bangunan Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

"Di Kecamatan Cianjur ada 1 unit dengan kondisi rusak ringan, di Kecamatan Cugenang 1 unit rusak sedang, dan di Kecamatan Mande 1 unit dengan kondisi rusak ringan," pungkas Dandan. (BK/OL-16)

 

Baca Juga

dok.Humas PPP

DPW PPP Jatim Targetkan 11 Kursi Legislatif di Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 10:10 WIB
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) terus tancap gas jelang perhelatan Pemilu 2024. Salah satunya dengan melakukan bedah dapil dan optimis...
dok.papdesi

Di Rakerda, DPD PAPDESI Sumut Berkomitmen Sejahterakan Masyarakat Desa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:54 WIB
SALAH satu tujuan rakerda ini adalah untuk menyatukan sinergi para kepala desa di Sumatera Utara guna menjalankan misi menyejahterakan...
dok.Pemprov Jateng

Dorong Desa Wisata Jadi Magnet Lapangan Kerja, Ganjar Gelontorkan Stimulan

👤Haryanto 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:36 WIB
MENGOPTIMALKAN sektor pariwisata pascapandemi Covid-19, oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijadikan ujung tombak untuk pemulihan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya