Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AREAL sawah terdampak gempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11), seluas 317 hektare. Paling banyak areal sawah terdampak berada di Kecamatan Cugenang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, menuturkan gempa tektonik yang getarannya cukup dahsyat tak luput menerjang areal sawah. Hasil pendataan, terdapat seluas 317 ha areal sawah yang ikut terdampak.
"Hasil pendataan, dari 317 ha, lahan sawah yang rusak berat 79 ha, 88 ha rusak sedang, dan 150 ha rusak ringan," kata Dandan, Kamis (1/12).
Lokasi areal sawah yang rusak berat berada di Kecamatan Cianjur seluas 5 ha dan di Kecamatan Cugenang seluas 74 ha. Di Kecamatan Cianjur lahan sawah yang rusak berada di Desa Nagrak.
Sedangkan di Kecamatan Cugenang berada di Desa Gasol seluas 18 ha, di Desa Cijedil seluas 50 ha, di Desa Talaga seluas 4 ha, dan di Desa Padaluyu seluas 2 ha.
Sementara lahan sawah yang rusak sedang seluruhnya berada di Kecamatan Cugenang. Lokasinya tersebar di Desa Gasol seluas 25 ha, Desa Cijedil seluas 20 ha, Desa Sukajaya 10 ha, Desa Padaluyu 23 ha, dan Desa Cibulakan 10 ha.
Sedangkan lahan sawah yang rusak ringan berada di Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur seluas 145 ha dan di Desa Sukajaya Kecamatan Cugenang seluas 5 ha.
Baca juga: Bangunan Rumah di Lahan Relokasi Gempa Cianjur Berkonsep Tahan Gempa
Selain sawah, terdapat juga infrastruktur irigasi yang juga terdampak. Total luasan jaringan irigasi yang kondisinya rusak terdata 205 meter
dengan rincian 100 m rusak berat dan 105 m rusak sedang.
Irigasi yang kondisinya di Kecamatan Cianjur berada di Desa Nagrak dengan rincian rusak berat sekitar 50 m dan rusak sedang 50 m. Sementara di Kecamatan Cugenang, irigasi yang rusak berat berada di Desa Cijedil sekitar 50 m serta rusak sedang di Desa Gasol sekitar 15 m dan di Desa Talaga sekitar 10 m.
Sedangkan di Kecamatan Mande kondisi irigasi yang rusak sedang seluas 30 m berada di Desa Mekarjaya.
"Terdapat juga bangunan air seperti damparit atau embung lainnya yang juga ikut terdampak," sebut Dandan.
Di Kecamatan Cianjur terdapat 1 unit bangunan air yang rusak berat di Desa Nagrak. Sedangkan yang rusak sedang terdapat 1 unit di Desa Mekarsari.
Sementara bangunan air yang kondisinya rusak ringan di Kecamatan Cugenang berada di Desa Padaluyu sebanyak 1 unit dan di Desa Cibulakan sebanyak 1 unit. Terdapat juga 3 bangunan Balai Penyuluh Pertanian (BPP).
"Di Kecamatan Cianjur ada 1 unit dengan kondisi rusak ringan, di Kecamatan Cugenang 1 unit rusak sedang, dan di Kecamatan Mande 1 unit dengan kondisi rusak ringan," pungkas Dandan. (BK/OL-16)
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan dialami puluhan pelajar SD di Kecamatan Kadupandak pada Selasa (27/1)
Puluhan pelajar di salah satu sekolah itu mengalami mual, muntah, pusing, demam, hingga buang air besar. Melihat gejalanya seperti yang keracunan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
RIBUAN warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdampak bencana banjir. Sejumlah warga terpaksa harus mengungsi.
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Dari kuota 29.372 calon jemaah haji, tercatat 29.613 jemaah telah menyelesaikan pelunasan Bipih hingga tahap ketiga yang berlangsung pada 20 hingga 23 Januari 2026.
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membantah tidak memiliki dana untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Januari 2026.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved