Sabtu 26 November 2022, 21:30 WIB

PMI Distribusikan 100 Ribu Liter Air ke Pengungsian Korban Gempa Cianjur

Benny Bastiandy | Nusantara
PMI Distribusikan 100 Ribu Liter Air ke Pengungsian Korban Gempa Cianjur

MI/Benny B
Warga Kampung Cijati Desa Sukasari Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, mengungsi secara mandiri di bantaran rel dan pematang sawah.

 

PALANG Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan sebanyak 100 ribu liter air untuk kebutuhan posko pengungsian korban gempa bumi di empat kecamatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdampak agar warga tidak menggunakan air sungai.
 
Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Cianjur, Fajar Aciana, di Cianjur, Sabtu (26/11), mengatakan permintaan pasokan air bersih dari posko pengungsian di empat kecamatan terdampak seperti Cianjur, Cugenang, Pacet, dan Warungkondang, meningkat dengan jumlah titik distribusi lebih dari 50 posko.
 
"Kita salurkan sesuai permintaan pada malam atau pagi hari, sehingga pasokan air ke masing-masing posko pengungsian dapat terpenuhi. Kita mendapat pasokan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan posko pengungsian dari PDAM Cianjur," katanya.
 
Sejak lima hari terakhir, 11 truk tangki dari PMI pusat  diturunkan untuk memenuhi air bersih warga karena pipa induk milik PDAM Cianjur rusak akibat gempa, sedangkan perbaikan belum dapat dilakukan karena masih tingginya volume kendaraan setiap harinya yang menyalurkan bantuan.


Baca juga: Tim DVI Polri Periksa 10 Lagi Kantong Jenazah Korban Gempa

 
Pihaknya mengimbau bagi donatur yang hendak menyalurkan bantuan, lebih baik memanfaatkan posko bencana milik pemerintah atau organisasi kemanusiaan yang ada di Cianjur, guna menghindari macet total yang dapat mengganggu pendistribusian logistik dan air bersih untuk kebutuhan pengungsian.
 
"Padatnya kendaraan yang hendak menyampaikan donasi ke posko dan lokasi terdampak, membuat Cianjur macet setiap harinya karena kendaraan yang digunakan lebih dari dua unit, ini sudah pasti mengganggu penyaluran logistik terutama tangki air," katanya.
 
Pihaknya berharap mereka yang berdonasi tidak menggunakan rombongan kendaraan yang banyak sebagai upaya menghindari antrean di jalur pendistribusian yang sifatnya segera sampai termasuk saat ambulans merujuk korban ke rumah sakit terhambat karena tingginya volume kendaraan.
 
"Kami tidak melarang silakan berdonasi untuk meringankan beban warga korban gempa, tapi jangan konvoi layaknya wisata bencana karena relawan harus menyalurkan logistik terutama air bersih yang sangat dibutuhkan warga terdampak dan merujuk mereka yang sakit agar cepat sampai," pungkas Fajar. (Ant/OL-16)
 

 

Baca Juga

DOK.MI

Situasi Polres Malinau Kaltara Kondusif Usai Dirusak Massa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:20 WIB
Peristiwa ini berawal dari tertembaknya korban LH oleh Brigadir W dari Tim Intel Resmob Kompi 4 Yon A Pelopor Polda...
ANTARA/Istafan Najmi

BKSDA Teliti Perilaku Harimau Sumatra Serang Warga di Aceh Selatan

👤Amiruddin Abdullah 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:05 WIB
Sampel darah harimau tersebut akan dikirim ke Laboratorium PSSP Bogor untuk pemeriksaan canine distemper...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Kirab Barongsai dan Liong Meriahkan Cap Go Meh di Denpasar

👤Ruta Suryana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 22:40 WIB
Kirab barongsai dan liong tidak hanya melibatkan warga keturunan Tionghoa dan umat di klenteng, tetapi juga masyarakat Hindu Bali dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya