Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Kondisi tersebut tak terlepas prediksi masih tingginya curah hujan hingga akhir tahun nanti.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan potensi kebencanaan akhir-akhir ini cenderung meningkat, terutama banjir dan tanah longsor. Secara otomatis, Pemkab Cianjur pun menetapkan status siaga darurat bencana.
"Secara otomatis kita menetapkan status darurat bencana. Tapi itu ada masanya. Saya sudah minta semua bencana harus ditangani segera melalui BPBD. Anggaran penanganannya bisa melalui BTT (biaya tak terduga)," kata Herman ditemui seusai peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur, Kamis (27/10).
Herman menyebut kondjsi cuaca saat ini tidak menentu, bahkan cenderung ekstrem. Diprediksi, curah hujan masih cukup tinggi beberapa waktu ke depan.
"Saya imbau kepada masyarakat yang ada di pinggir sungai, di lereng, maupun di pegunungan, serta di kawasan pantai, selalu hati-hati dan waspada. Bencana tidak bisa diprediksi. Kapanpun bisa terjadi," terang Herman.
Ia mencontohkan bencana di Kampung Sadar Alam RT 004/005 Desa Jayapura Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (26/10) hingga menelan satu orang korban jiwa. Tanpa disertai hujan, sebuah tebing mengalami longsor.
"Karena mungkin kondisi tanah labil. Serapan airnya banyak dan kondisi tanah banyak yang belah, akhirnya terjadi sleding (longsor). Makanya, hati-hati dan tingkatkan kewaspadaan," tegasnya.
Herman mengimbau masyarakat segera melaporkan ketika terjadi bencana. Sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat ketika terjadi bencana.
"Di tiap desa sekarang sudah ada Retana (Relawan Tangguh Bencana). Di setiap desa masing-masing ada 5 orang. Informasikan kepada mereka (retana) seandainya terjadi bencana," pungkasnya. (OL-15)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
Upaya mensterilkan lahan eks TPA Pasirsembung akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Rute kereta api wisata Jaka Lalana diharapkan bisa memperkuat potensi penerimaan pendapatan daerah karena Cianjur akan menjadi destinasi para wisatawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved