Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Kondisi tersebut tak terlepas prediksi masih tingginya curah hujan hingga akhir tahun nanti.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan potensi kebencanaan akhir-akhir ini cenderung meningkat, terutama banjir dan tanah longsor. Secara otomatis, Pemkab Cianjur pun menetapkan status siaga darurat bencana.
"Secara otomatis kita menetapkan status darurat bencana. Tapi itu ada masanya. Saya sudah minta semua bencana harus ditangani segera melalui BPBD. Anggaran penanganannya bisa melalui BTT (biaya tak terduga)," kata Herman ditemui seusai peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur, Kamis (27/10).
Herman menyebut kondjsi cuaca saat ini tidak menentu, bahkan cenderung ekstrem. Diprediksi, curah hujan masih cukup tinggi beberapa waktu ke depan.
"Saya imbau kepada masyarakat yang ada di pinggir sungai, di lereng, maupun di pegunungan, serta di kawasan pantai, selalu hati-hati dan waspada. Bencana tidak bisa diprediksi. Kapanpun bisa terjadi," terang Herman.
Ia mencontohkan bencana di Kampung Sadar Alam RT 004/005 Desa Jayapura Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (26/10) hingga menelan satu orang korban jiwa. Tanpa disertai hujan, sebuah tebing mengalami longsor.
"Karena mungkin kondisi tanah labil. Serapan airnya banyak dan kondisi tanah banyak yang belah, akhirnya terjadi sleding (longsor). Makanya, hati-hati dan tingkatkan kewaspadaan," tegasnya.
Herman mengimbau masyarakat segera melaporkan ketika terjadi bencana. Sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat ketika terjadi bencana.
"Di tiap desa sekarang sudah ada Retana (Relawan Tangguh Bencana). Di setiap desa masing-masing ada 5 orang. Informasikan kepada mereka (retana) seandainya terjadi bencana," pungkasnya. (OL-15)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat meminta masyarakat waspada terhadap puncak cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung sampai Februari 2026
ANGGOTA Komisi XII DPR RI, Cek Endra, menyampaikan pandangannya menyikapi perkembangan penanganan lingkungan dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia.
Sebenarnya KLHS telah memuat pembagian zonasi lingkungan secara jelas.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan dialami puluhan pelajar SD di Kecamatan Kadupandak pada Selasa (27/1)
Puluhan pelajar di salah satu sekolah itu mengalami mual, muntah, pusing, demam, hingga buang air besar. Melihat gejalanya seperti yang keracunan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved