Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
GENERASI muda khususnya mahasiswa didorong lebih aktif untuk
memperoleh hak terkait informasi publik. Selain mampu membantu pribadi
seperti dalam meraih beasiswa, hal inipun penting untuk mengasah daya
kritis mereka.
Menurut Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Arya Sandhiyudha, belum
banyak mahasiswa yang menggunakan haknya untuk memeroleh informasi
publik. Padahal undang-undang menjamin hal itu bagi siapapun termasuk
mahasiswa.
Dia menilai, banyak informasi positif yang bisa diperoleh mahasiswa
seperti terkait beasiswa. "Kita bisa tahu ada informasi beasiswa di mana saja," katanya saat berdiskusi dengan aktivis KAMMI, di Bandung, Rabu (26/10).
Meski begitu, dia mengakui, minimnya permintaan informasi publik oleh
mahasiswa ini karena belum banyak yang tahu. "Kita punya Undang-undang
Nomor 14 Tahun 2008 tentang Informasi Keterbukaan Publik. Kita kepo,
boleh, karena dilindungi undang-undang asalkan sesuai prosedur. Mintanya ke pejabat pengelolaan informasi publik," katanya.
Dia menjelaskan, jika lembaga yang dimintai informasi publik seperti
pemerintah dan BUMN tidak memberikan informasi kepada pihak yang
meminta, maka bisa diadukan dan menjadi sengketa informasi. "Makanya
saya senang diskusi dengan pemuda seperti ini," katanya.
Dia berharap instansi negara pun semakin sadar pentingnya memberikan
informasi publik. "Sehingga tidak ada informasi publik yang tidak
tersampaikan," ujarnya. (N-2)
Bank Sampah Gemilang yang berlokasi di Kelurahan Kubu Marapalam, Padang Timur, terus berinovasi mencari solusi atas persoalan sampah plastik.
Memahami gejala diabetes sejak dini menjadi langkah pencegahan agar kondisi ini bisa dikendalikan.
KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI Muhammad Risyad Fahlefi mengajak anak muda untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya yang berpihak ke rakyat.
Kesenjangan antara tingginya penggunaan layanan keuangan digital dan rendahnya pemahaman produk keuangan di kalangan anak muda Indonesia masih menjadi perhatian
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengingatkan pentingnya menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para tokoh bangsa.
Jovial da Lopez menyebut keberanian untuk keluar dari zona nyaman menjadi kunci penting dalam membentuk karakter yang tangguh dan percaya diri.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved